Hadiri MUSDA JATMAN, Gus Qowim Tekankan Pentingnya Syiar Thariqah di Era Modern
Rendy Nicko June 27, 2026 08:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri Musyawarah Idaroh Syu'biyah (MUSDA) Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kediri Raya di Kantor PCNU Kota Kediri, Sabtu (27/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran JATMAN dalam menghadirkan ketenteraman spiritual bagi masyarakat di tengah dinamika perubahan zaman.

Forum musyawarah yang diikuti para ulama, masyayikh, dan pengurus JATMAN itu menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk menyusun arah kebijakan serta memilih kepemimpinan baru dalam masa khidmah berikutnya. Kegiatan juga diharapkan memperkuat syiar thariqah yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah.

Mengawali sambutannya, Gus Qowim mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para ulama dan pengabdi umat dalam forum yang dinilainya penuh keberkahan. Menurutnya, setiap musyawarah ulama selalu membawa manfaat yang luas bagi kehidupan masyarakat.

"Alhamdulillah, saya pribadi merasa bersyukur dapat bersilaturahmi dengan panjenengan semua dalam forum yang penuh keberkahan ini. Saya meyakini setiap pertemuan para ulama dan para pengabdi umat selalu membawa harapan baik, bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat yang akan merasakan manfaat dari setiap ikhtiar yang dilahirkan melalui musyawarah ini," kata Gus Qowim.

Baca juga: Lembur Kerjakan Skripsi, Mahasiswi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Ia menilai tema MUSDA tahun ini, 'Memperkokoh Syiar Thariqah Mu'tabarah dalam Mengabdi pada Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah', sangat relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini yang terus mengalami perubahan.

Menurutnya, kemajuan zaman memang menghadirkan berbagai kemudahan. Namun di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan ketenangan batin yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pencapaian materi.

"Ketenteraman itu tidak lahir dari banyaknya yang kita miliki, melainkan dari hati yang selalu terhubung kepada Allah SWT. Karena itulah syiar thariqah memiliki makna yang sangat besar. Bukan hanya menjaga tradisi dzikir dan amaliyah, tetapi juga menjaga nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kasih sayang yang selama ini menjadi kekuatan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah," jelasnya.

Gus Qowim menambahkan, nilai-nilai yang diajarkan dalam thariqah tetap relevan di setiap zaman. Ia berharap JATMAN terus menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang damai, religius, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan.

Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat karakter masyarakat, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan beragama di Kota Kediri maupun wilayah Kediri Raya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota Kediri mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum musyawarah sebagai sarana menyusun langkah organisasi yang membawa manfaat bagi umat.

"Hari ini panjenengan semua akan bermusyawarah menyusun langkah organisasi untuk beberapa tahun ke depan, sekaligus menetapkan amanah kepemimpinan melalui mekanisme yang telah menjadi tradisi JATMAN. Semoga Musyawarah Idaroh Syu'biyah hari ini berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan yang penuh keberkahan, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu melanjutkan khidmah kepada umat dengan penuh keikhlasan," ujarnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.