Kementerian HAM Nilai Ulah Tiga Oknum DPRD TTU Kangkangi Pemenuhan HAM Dokter Icha
Edi Hayong June 27, 2026 09:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI menilai ulah dari tiga oknum DPRD Timor Tengah Utara (TTU) mengangkangi pemenuhan HAM Dokter Icha Pakaenoni. 

Sebagai informasi, Dokter Icha Pakaenoni meregang nyawa akibat dugaan intimidasi yang dilakukan tiga anggota dewan itu. Icha meninggal dunia, Jumat (26/6/2026) petang. 

"Praktik premanisme melakukan pelanggaran kode etik dan HAM atas tenaga kesehatan berdampak tragis meninggalnya dokter Icha," kata Gabriel Goa, Tenaga Ahli Menteri HAM Bidang Pelayanan HAM, Sabtu (27/6/2026). 

Gabriel mengatakan, dalam pengalaman pribadi keliling Indonesia memberikan penguatan kepada para nakes (tenaga kesehatan) yang siaga satu melayani kesehatan di garda terdepan masyarakat dalam, ia sering mendapat cerita tentang intimidasi bahkan kekerasan fisik dan psikis. 

Baca juga: Ayah dr. Icha Bersujud di Hadapan Bupati TTU, Mohon Keadilan untuk Putrinya

Tindakan itu, kata dia, dilakukan oleh para penguasa lokal dari eksekutif maupun legislatif. Gabriel menilai harga diri nakes diperlakukan tidak baik oleh para pemegang kuasa. 

"Harkat dan martabat nakes diinjak-injak bahkan pemenuhan HAM atas rasa aman, hak atas upah yang layak dan kode etik atas kesehatan pun dikangkangi," ujar dia. 

Dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, ujar dia, menempatkan HAM sebagai bagian paling penting dan prioritas penuntasan. Gabriel menyampaikan duka cita atas wafatnya dokter Icha Pakaenoni. 

Kementrian HAM juga mendesak DPRD TTU memanggil dan memeriksa oknum anggota DPRD TTU yang diduga kuat telah kangkangi kode etik kesehatan, intimidasi dan kekerasan psikis yang melukai hati terdalam dokter Icha berdampak pada tekanan psikologis. 

Baca juga: Bupati TTU Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Melayat ke Rumah Duka dr. Icha

"Mendesak pimpinan Rumah Sakit agar menyiapkan Rumah Sakit standar HAM agar pasien dan semua yang melayani di Rumah terjamin rasa aman, damai dan pelayanan penuh Kasih tanpa diskriminasi HAM," ujarnya. 

Diketahui, dalam pemeriksaan kesehatan, Dokter Icha Pakaenoni mengalami depresi berat hingga percobaan bunuh diri. Perempuan berusia 27 tahun itu selama ini bekerja di RS Leona TTU. 

Dalam kesaksian sejumlah kerabat dan keluarga, dokter Icha Pakaenoni orang yang ramah. Lulusan FKKH Undana itu merupakan putri pertama dari pasangan Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, Kepala UPTD Labkseda Provinsi NTT. (fan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.