Disbud Palembang Tutup Semarak HUT ke-1343 Kota Palembang dengan Ratib Saman dan Tradisi Ngidang
tarso romli June 27, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang bersama para seniman, budayawan, dan pemerhati sejarah menggelar zikir akbar Ratib Saman sebagai rangkaian penutup peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1343 Kota Palembang. Kegiatan spiritual ini kemudian dilanjutkan dengan tradisi makan bersama atau Ngidang di Selasar Atas Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Jumat (26/6/2026) sore.

Kegiatan yang mengusung tema "Zikir untuk Palembang Berdaya, Berbudaya, dan Mendunia, Palembang Darussalam" itu berlangsung khidmat.

Ratusan jemaah larut dalam lantunan zikir dan doa untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi Kota Pempek.

Ratib Saman merupakan salah satu tradisi zikir yang memiliki akar sejarah kuat di Palembang. Tradisi ini berasal dari ajaran Tarekat Sammaniyah yang dibawa oleh ulama besar, Syekh Abdus Samad al-Palimbani, sepulang menimba ilmu dari Syekh Muhammad Samman di Madinah.

Baca juga: Parade Perahu Ketek Hias Warnai Sungai Musi Ikut Meraayakan HUT ke-1343 Kota Palembang

Sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam, Ratib Saman rutin diamalkan di masjid-masjid tua, permukiman warga, hingga lingkungan keraton sebagai penguat identitas Islam Melayu sekaligus pererat silaturahmi.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan bahwa Ratib Saman sengaja dipilih sebagai penutup rangkaian hari jadi kota karena memiliki makna spiritual yang mendalam.

"Kita menutup rangkaian HUT Kota Palembang dengan Ratib Saman. Melalui zikir dan doa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar Palembang senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, kemajuan, serta dijauhkan dari segala musibah," ujarnya.

Momentum tersebut juga menjadi hari terakhir Sulaiman Amin menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan.

Pada hari yang sama, ia resmi dilantik mengemban tugas baru sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang.

"Hari ini sekaligus menjadi momen saya berpamitan kepada rekan-rekan sekalian. Per hari ini, saya resmi dilantik sebagai Asisten I Setda Kota Palembang," kata Sulaiman.

Usai zikir bersama, suasana kebersamaan semakin kental saat seluruh tamu undangan mengikuti tradisi Ngidang.

Dalam tradisi makan berkelompok khas Palembang ini, para peserta duduk lesehan melingkar menikmati hidangan yang disajikan di atas satu dulang secara bersama-sama.

Satu dulang umumnya disantap oleh delapan orang yang melambangkan simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling menghormati.

Beragam kuliner khas Palembang pun dihidangkan, seperti nasi minyak, malbi, ayam kecap, sambal nanas, hingga acar timun.

"Tradisi Ngidang ini harus terus kita jaga karena mengandung nilai kekeluargaan yang sangat tinggi," imbuh Sulaiman.

Berdasarkan pantauan, kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang Isnaini Madani, jajaran kepala OPD, tokoh adat, serta masyarakat yang berkomitmen melestarikan budaya Palembang Darussalam di tengah modernisasi.

Baca juga: HUT ke-1343 Kota Palembang, Dari WTP ke-15 hingga Lompatan Ekonomi 5,91 Persen di Era Ratu Dewa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.