Tak Mau Menikah dengan Pemabuk, Wanita Ini Dipuji karena Pilih Batalkan Pernikahan
Randy P.F Hutagaol June 27, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Viral pengantin wanita batalkan pernikahan setelah calon suaminya tiba dalam kondisi mabuk berat.

Keputusan tersebut memicu perkelahian di tempat tersebut, yang membuat kedua belah pihak pengantin saling serang satu sama lain.

Dilansir dari India Today, Sabtu (27/6/2026) kejadian ini diketahui terjadi di distrik Janjgir-Champa Chhattisgarh, India.

Menurut laporan, calon pengantin wanita berusia 22 tahun.

Wanita yang diidentifikasi sebagai Muskan Pradhan, memutuskan untuk membatalkan pernikahannya.

Keputusan tersebut ia ambil setelah mendapati pengantin pria datang ke lokasi akad dalam kondisi mabuk berat hingga tidak mampu berdiri dengan baik.

Keberanian Muskan kemudian mendapat apresiasi dari pihak kepolisian.

Polisi secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Muskan karena dinilai berani mengambil sikap tegas terhadap kebiasaan mengonsumsi minuman keras yang dilakukan calon suaminya.

Muskan yang diketahui telah menyelesaikan pendidikan hingga kelas 10 mengaku ingin melanjutkan pendidikannya.

Ia juga menilai bahwa pernikahan seharusnya dibangun atas dasar tanggung jawab dan rasa saling menghormati,.

Ia tidak mau kebiasaan buruk calon suaminya berdampak pada kehidupan rumah tangga mereka di kemudian hari.

Sebelumnya, Muskan dijadwalkan menikah dengan pria bernama Sant Ram (24) pada 23 Juni 2026.

Rombongan pengantin pria tiba di Desa Kosmanda sekitar pukul 16.00 waktu setempat dan prosesi pernikahan segera dimulai.

Namun suasana bahagia berubah menjadi kekecewaan.

Pasalnya keluarga mempelai wanita mengetahui kondisi pengantin pria yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

Menurut saksi, Sant Ram tampak sempoyongan dan kesulitan berdiri.

Muskan sangat kecewa dengan Sant Ram, lalu menolak melanjutkan prosesi pernikahan.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sebenarnya Muskan telah memberikan peringatan kepada calon suaminya jauh sebelum hari pernikahan.

Saat acara pertunangan, Sant Ram juga disebut datang dalam kondisi mabuk.

Ketika itu, Muskan meminta agar Sant Ram menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman keras apabila ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Sant Ram disebut sempat berjanji akan berhenti minum alkohol.

Namun janji tersebut tidak ditepati Sant Ram.

Kehadirannya dalam keadaan mabuk pada hari pernikahan menjadi alasan utama Muskan membatalkan seluruh rangkaian acara.

Keputusan itu memicu perdebatan antara kedua keluarga.

Situasi semakin memanas hingga terjadi perkelahian antara sejumlah pemuda dari rombongan pengantin pria dengan pihak keluarga mempelai wanita.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi.

Petugas berhasil melerai bentrokan sehingga kerusuhan tidak semakin meluas.

Akibat insiden tersebut, beberapa orang mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Setelah diskusi panjang, pihak pengantin pria sepakat mengganti biaya persiapan pernikahan yang telah dikeluarkan keluarga mempelai wanita.

Biaya tersebut diketahui sekitar Rp56 juta.

Beberapa hari setelah kejadian, Muskan diundang ke kantor kepolisian Janjgir-Champa.

Di hadapan pekerja sosial dan perwakilan organisasi perempuan, polisi memberikan penghargaan moral atas keberaniannya mempertahankan prinsip.

Pihak kepolisian menilai keputusan Muskan menjadi pesan penting mengenai bahaya penyalahgunaan alkohol serta pentingnya tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

Sikap tegas tersebut juga dinilai dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat agar tidak mengabaikan perilaku yang berpotensi merusak kehidupan pernikahan.

Kisah Muskan pun menjadi perbincangan luas di wilayah Janjgir-Champa dan daerah sekitarnya.

Banyak netizen menyatakan dukungan terhadap keputusannya karena dianggap lebih baik membatalkan pernikahan daripada melanjutkannya.

(cr19/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.