Film SUPERGIRL, Petualangan Liar Sepupu Superman
AS Kambie June 27, 2026 10:06 PM

Oleh:Jeri Wongiyanto

Pengamat Film Asal Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Semesta DC Studio melanjutkan lembaran kedua setelah sukses film Superman (2025)  Sang arsitek utama DC yang baru James Gunn dan Peter Safran mempercayakan Craig Gilesspie (Cruella 2021, Finest Hours 2016) sebagai sutradara. DCU kali ini tetap bekerjasama dengan Warner Bros.

Supergirl atau Kara Zor-El diperankan Milly Alcock (serial House of the Dragon), adalah sepupu dari Karl-El atau Superman (David Corenswet) yang turut hadir di film ini. Ini adalah film solo terbaru Supergirl, sosok pahlawan Wanita ikonik yang selama ini selalu berada di bawah bayang-bayang Superman. Banyak reaksi awal yang muncul, dan film ini memang menawakan sesuatu yang berbeda dari film-film superhero DC sebelumnya

Selain dibintangi Milly Alcock dan David Corenswet, film ini juga menghadirkan Matthias Schoenaerts sebagai Krem of the Yellow Hills, Eve Ridley sebagai Ruthye Marye Knoll, David Krumholtz, Emily Beecham dan kehadiran Jason Momoa sebagai Lobo.

Sinopsis Film Supergirl

Supergirl adalah petualangan liar Kara Zor-El. Dia harus menghadapi musuh berbahaya yang melukai anjing kesayangannya, Krypto. Dalam perjalanannya Kara bertemu dengan Ruthye, gadis muda yang meminta bantuannya untuk memburu Krem of the Yellow Hills, sosok kejam yang telah membunuh ayahnya.

Perburuan ini membawa keduanya menjelajahi berbagai planet di luar angkasa. Mereka tak hanya berhadapan dengan petualangan penuh bahaya, tapi juga harus menerima luka emosional dan masa lalu yang terus menghantui.

Film ini menjanjikan petualangan luar angkasa yang lebih besar sekaligus lebih personal dibandingkan kisah superhero pada umumnya. Naskahnya diadaptasi penuh dari komik populer Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King.

Namun patut disayangkan ada beberapa kekurangan yang menjadi catatan. Alur film ini terasa mudah ditebak di beberapa bagian. Paruh pertama berjalan dengan tempo lambat, sebelum akhirnya memuncak di babak akhir yang penuh aksi.

Karakter villain utama Krem of the Yellow Hills, malah muncul hanya sebagai pemicu konflik. Sebagai sosok jahat, terasa kurang greget. Sutradara juga seperti bingung menentukan arah kemana membawa film ini. Trauma kelam penuh emosional yang coba digabungkan dengan lelucon ala Marvel terkesan memaksa, juga pemilihan tema musik terasa berantakan.

Untungnya semua kelemahan itu, terselamatkan berkat akting memukau Milly Alcock yang menampilan Supergirl sebagai sosok yang tangguh, sinis dan terluka dengan emosi yang mendalam. Juga dinamika karakter utamanya antara Kara dan Ruthye Merye yang menyentuh menjadi jantung cerita.

Yang mencuri perhatian adalah hadirnya sosok  Lobo yang diperankan Jason Mamoa (Aquaman) pemburu penjahat antariksa yang brutal namun jenaka, penuh energi tinggi dengan humor segar.

Secara keseluruhan, Supergirl bukanlah film yang sempurna. Meski begitu, film ini tetap menjadi tontonan fiksi ilmiah yang memuaskan dan membuktikan bahwa Milly Alcock siap menjadi pilar penting dalam masa depan DC Universe. Film ini tetap wajib ditonton oleh penggemar film superhero!***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.