SPMB SMP Bruder Pontianak Berjalan Lancar, Pendaftaran Resmi Diperpanjang hingga Awal Juli
Try Juliansyah June 27, 2026 10:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pelaksanaan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bruder Pontianak berjalan dengan sangat tertib dan lancar. 

Seluruh rangkaian tahapan awal, mulai dari registrasi hingga penyerahan berkas, berlangsung tepat waktu sesuai dengan kalender akademik yang telah digariskan oleh pihak otoritas pendidikan setempat.

Berdasarkan jadwal resmi dari Dinas Pendidikan, tahapan pendaftaran bagi para calon peserta didik baru ini telah dilaksanakan pada kurun waktu 20 hingga 24 Juni 2026 kemarin.

Pasca-penutupan gerbang pendaftaran gelombang utama tersebut, panitia langsung bergerak cepat untuk melanjutkan agenda ke tahapan berikutnya, yakni proses verifikasi data dan validasi berkas fisik milik para calon peserta didik.

Sinergi Aturan Dinas dan Regulasi Yayasan

Ketua Panitia SPMB SMP Bruder Pontianak, Andreas, memberikan penjelasan mendalam mengenai sistem dan mekanisme yang diterapkan di sekolahnya pada musim penerimaan siswa tahun ini.

Ia menegaskan bahwa secara umum, mekanisme penerimaan murid baru di SMP Bruder tetap mengacu dan tunduk pada ketetapan serta petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan. Kendati demikian, sebagai institusi swasta, sekolah juga memiliki fleksibilitas aturan internal tersendiri.

"SPMB SMP Bruder Pontianak dibuka secara serentak menyesuaikan aturan dari Dinas Pendidikan. Setelah itu dilanjutkan dengan proses verifikasi data, meski kami juga memiliki regulasi tersendiri terkait pendaftaran untuk penerimaan siswa baru, karena kita sebagai sekolah di bawah naungan yayasan," ujarnya, Sabtu 27 Juni 2026.

Baca juga: Daftar SMP Negeri di Sintang Beserta Alamatnya, Referensi Pendaftaran SPMB 2026/2027

Andreas juga menyampaikan kabar baik terkait antusiasme masyarakat.

Hingga memasuki akhir pekan ini, grafik statistik pendaftar menunjukkan angka yang sangat positif. 

Berdasarkan pusat data panitia, jumlah pendaftar yang mengembalikan formulir dan melengkapi berkas telah menembus angka lebih dari 200 calon peserta didik.

Selama hampir sepekan proses administrasi ini bergulir, suasana di lokasi pendaftaran terpantau kondusif.

Koordinasi yang matang antar-panitia membuat pos-pos pelayanan informasi dan verifikasi berjalan efektif tanpa adanya hambatan teknis yang berarti.

Kebijakan Anti-Data Ganda Dinas Pendidikan

Pada tahun ajaran ini, SMP Bruder Pontianak juga menerapkan dan mengawal ketat kebijakan terbaru yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan.

Aturan baru tersebut secara tegas melarang calon peserta didik untuk melakukan pendaftaran ganda atau mendaftar di lebih dari satu sekolah dalam waktu yang bersamaan.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah solutif dari pemerintah untuk mencegah terjadinya tumpang tindih data siswa (double-data) yang sering memicu kekosongan kuota secara mendadak.

Menanggapi implementasi regulasi ketat tersebut, Andreas memberikan pemaparan mengenai tujuan mendasar dari sistem integrasi satu pintu ini:

"Kemarin pemberlakuan dari dinas, yaitu supaya siswa yang sudah mendaftar ke sekolah satu, tidak mendaftar lagi ke sekolah yang lainnya. Seperti sekolah negeri misalnya, lalu mendaftar lagi ke sekolah swasta, sehingga datanya tidak sama di sekolah yang berbeda," kata Andreas .

Menariknya, daya tarik SMP Bruder Pontianak sebagai salah satu sekolah swasta favorit tidak hanya memikat warga lokal di wilayah pusat kota saja. Andreas menambahkan bahwa sebaran geografis asal pendaftar pada tahun ini cukup variatif.

Dokumen kependudukan calon siswa menunjukkan banyak dari mereka yang berdomisili di luar wilayah administratif Kota Pontianak, sengaja datang dan memilih bermigrasi demi mendapatkan kualitas pendidikan terbaik di sekolah ini.

Masa Pendaftaran Resmi Diperpanjang

Melihat tingginya gelombang minat masyarakat yang masih terus berdatangan hingga batas waktu penutupan awal, manajemen sekolah bersama pihak yayasan akhirnya mengambil langkah strategis.

Pihak sekolah secara resmi memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran hingga awal Juli mendatang.

Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan kedua bagi para orang tua yang sempat terkendala waktu pada gelombang pertama.

Di penghujung sesi wawancara, Andreas memberikan imbauan hangat sekaligus mengingatkan para orang tua murid agar tidak menunda-nunda lagi proses pendaftaran ini.

Ia menyarankan agar sisa waktu perpanjangan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk melengkapi seluruh dokumen administrasi wajib, mulai dari Kartu Keluarga (KK), pasfoto terbaru, hingga berkas-berkas pendukung lainnya agar proses verifikasi berjalan instan.

"Karena animo masyarakat untuk masuk SMP, baik negeri maupun swasta, semakin meningkat, kami memperpanjang masa pendaftaran hingga awal Juli," ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.