TRIBUNKALTIM.CO - Besok, Minggu bertepatan dengan tanggal 28 Juni 2026.
Tanggal 28 Juni memperingati apa saja?
Ada 3 peringatan yang digelar setiap tanggal 28 Juni, salah satunya adalah Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat (Kalbar).
Apa sebenarnya Hari Berkabung Kalbar?
Baca juga: Tanggal 9 Juni Memperingati Apa? Ada Hari APS yang terkait Kesadaran Dini terhadap Penyakit Autoimun
Simak selengkapnya sejarah dari Hari Berkabung Kalbar yang diperingati setiap tanggal 28 Juni.
Di Indonesia, tanggal 28 Juni diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat.
Hari Berkabung Kalbar adalah momen untuk mengenang ribuan korban Tragedi Mandor, salah satu tragedi kemanusiaan terbesar pada masa pendudukan Jepang.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para tokoh masyarakat, pejuang, ulama, intelektual, dan warga sipil yang gugur akibat penindasan militer Jepang.
Melalui peringatan tersebut, masyarakat diajak untuk tidak melupakan sejarah kelam bangsa sekaligus menumbuhkan semangat persatuan, kemanusiaan, dan penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu.
Selain itu, di Indonesia tanggal 28 Juni menjadi National Logistics Day atau Hari Logistik Nasional.
Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap sektor logistik yang berperan besar dalam menjaga kelancaran distribusi barang, mulai dari kebutuhan pokok, bahan baku industri, hingga produk yang digunakan masyarakat setiap hari.
Peringatan ini sekaligus mengingatkan perkembangan perdagangan dunia, kemajuan teknologi transportasi, dan pertumbuhan ekonomi global tidak dapat dipisahkan dari sistem logistik yang efisien dan andal.
Sedangkan di tingkat internasional, tanggal yang sama juga dikenal sebagai National Insurance Awareness Day atau Hari Kesadaran Asuransi Nasional.
Peringatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap risiko yang tidak terduga.
1. Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat
Setiap tanggal 28 Juni, masyarakat Kalimantan Barat memperingati Hari Berkabung Daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para korban tragedi kemanusiaan yang terjadi pada masa pendudukan Jepang di wilayah tersebut.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bangsa menuju kemerdekaan tidak lepas dari pengorbanan ribuan rakyat yang menjadi korban kekerasan dan penindasan.
Latar belakang peringatan ini berkaitan dengan Tragedi Mandor, salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Kalimantan Barat.
Pada periode 1943 hingga 1944, tentara Jepang melakukan penangkapan massal terhadap berbagai kalangan yang dianggap berpotensi mengancam kekuasaan mereka, dikutip dari https://kota-pontianak.kpu.go.id/.
Korbannya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari raja-raja dan tokoh adat, ulama, guru, cendekiawan, pegawai pemerintahan, hingga masyarakat biasa.
Banyak dari mereka dieksekusi tanpa melalui proses peradilan.
Berdasarkan catatan sejarah, jumlah korban diperkirakan mencapai 21.037 jiwa, menjadikan tragedi ini sebagai salah satu pembantaian terbesar yang pernah terjadi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang.
Mandor di Kabupaten Landak menjadi lokasi utama eksekusi para korban.
Kini kawasan tersebut dikenal sebagai Makam Juang Mandor, sebuah kompleks memorial yang setiap tahun menjadi pusat pelaksanaan upacara penghormatan dan doa bersama.
Untuk memastikan sejarah tersebut tetap dikenang oleh generasi berikutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 298 Tahun 2007.
Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para syuhada, tetapi juga sarana pendidikan sejarah agar masyarakat semakin menghargai nilai kemanusiaan, persatuan, dan perjuangan bangsa.
Pada hari tersebut, masyarakat dan instansi pemerintah di Kalimantan Barat biasanya mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai lambang duka sekaligus penghormatan kepada para korban Tragedi Mandor.
2. National Insurance Awareness Day (Hari Kesadaran Asuransi Nasional)
Tanggal 28 Juni juga diperingati sebagai National Insurance Awareness Day, sebuah momentum yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asuransi sebagai bentuk perlindungan terhadap berbagai risiko kehidupan.
Meski sering dianggap sebagai produk keuangan modern, konsep asuransi sebenarnya telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.
Sejarah mencatat bahwa bentuk perlindungan terhadap risiko sudah diterapkan sekitar 3000–2000 sebelum Masehi, ketika para pedagang kuno berusaha membagi risiko kerugian selama melakukan perjalanan dagang, dikutip dari Days of The Year.
Prinsip tersebut bahkan tercantum dalam Kode Hammurabi, salah satu kumpulan hukum tertulis tertua di dunia yang berasal dari Babilonia.
Dalam aturan tersebut dikenal konsep pembagian tanggung jawab apabila terjadi kerugian dalam aktivitas perdagangan.
Perkembangan besar asuransi terjadi setelah Kebakaran Besar London tahun 1666 yang meluluhlantakkan ribuan bangunan.
Bencana tersebut membuka kesadaran bahwa masyarakat membutuhkan perlindungan finansial ketika menghadapi musibah besar.
Dari sinilah lahir konsep asuransi properti yang kemudian berkembang menjadi berbagai jenis perlindungan lainnya.
Seiring kemajuan zaman, asuransi tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga mencakup asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, perjalanan, hingga usaha.
Kehadirannya membantu individu maupun perusahaan mengurangi dampak finansial akibat kejadian yang tidak terduga.
Melalui National Insurance Awareness Day, masyarakat diajak untuk lebih memahami manfaat asuransi, pentingnya perencanaan keuangan, serta memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
3. National Logistics Day (Hari Logistik Nasional)
Selain Hari Kesadaran Asuransi, tanggal 28 Juni juga diperingati sebagai National Logistics Day atau Hari Logistik Nasional.
Peringatan ini pertama kali diperkenalkan pada 2019 oleh perusahaan logistik asal Amerika Serikat, Logistics Plus, sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja dan pelaku industri logistik, dikutip dari National Today.
Meskipun peringatannya masih tergolong baru, dunia logistik sendiri telah memiliki sejarah yang sangat panjang.
Sejak manusia mulai berdagang antarwilayah, sistem distribusi barang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan transportasi.
Pada masa lampau, perdagangan internasional berlangsung melalui jalur darat dan laut yang menghubungkan Asia dengan Eropa.
Jalur Sutra menjadi salah satu rute perdagangan paling terkenal, tempat berbagai komoditas bernilai tinggi seperti sutra, porselen, dan rempah-rempah diperdagangkan selama berbulan-bulan hingga tiba di tujuan.
Kemajuan pelayaran yang dipelopori para penjelajah seperti Vasco da Gama dan Christopher Columbus membuka jalur perdagangan baru yang mempercepat arus distribusi barang ke berbagai belahan dunia.
Revolusi Industri kemudian membawa perubahan besar melalui penggunaan mesin uap, kapal modern, kereta api, hingga sistem pergudangan yang lebih efisien.
Di era modern, logistik menjadi tulang punggung rantai pasok global.
Berbagai inovasi dalam transportasi, teknologi informasi, dan sistem penyimpanan memungkinkan barang dikirim lebih cepat, aman, dan tetap terjaga kualitasnya, termasuk untuk produk makanan, obat-obatan, maupun kebutuhan industri.
Melalui National Logistics Day, masyarakat diajak untuk mengapresiasi peran sektor logistik yang selama ini memastikan kebutuhan sehari-hari dapat tersedia di berbagai daerah.
Tanpa sistem logistik yang baik, aktivitas perdagangan, industri, hingga perekonomian dunia tidak akan berjalan secara optimal.
Baca juga: Tanggal 31 Mei Memperingati Apa? Tahun Ini Bertepatan Hari Raya Waisak, Momen Peringatan Lain
(Tribunnews.com/Farra)