Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad, menilai pelaksanaan PCMB, SPMB, dan Sekolah Maung perlu disusun lebih sinkron, agar tidak saling tumpang tindih.
Hasbullah mencontohkan, pelaksanaan Sekolah Maung yang beririsan dengan tahapan SPMB sempat memunculkan persepsi negatif di masyarakat.
“Sekolah Maung ini juga akhirnya mengganggu sistem SPMB dan PCMB, ketika Sekolah Maungnya berhimpitan waktunya," ujar Hasbullah, Sabtu (27/6/2026).
Karena itu, Hasbullah mengusulkan agar proses seleksi Sekolah Maung, dilakukan lebih awal dibandingkan PCMB maupun SPMB sehingga tidak memengaruhi tahapan penerimaan murid reguler.
“Saran saya, ke depan karena dia sekolah masyarakat unggul, dia harus lebih diutamakan, jadi lebih awal seleksinya," katanya.
Hasbullah menegaskan, apabila PCMB tetap dipertahankan, ke depan perlu ada sinkronisasi yang lebih kuat dengan SPMB agar fungsi masing-masing sistem tidak tumpang tindih.
"Menurut saya antara PCMB dan SPMB itu harus disinkronkan kalau ke depan harus tetap pakai tentang PCMB pemetaan. Ada sinkronisasinya selain sinkronisasi kedua sistem," ucapnya.