Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste
Mochamad Dipa Anggara June 28, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, BELU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membuka Festival Fulan Fehan IV di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2026).

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan tihar, alat musik tradisional khas Belu.

Tito mengaku terpukau dengan penyelenggaraan Festival Fulan Fehan yang menampilkan tarian kolosal bertema persahabatan Indonesia dan Timor-Leste di hamparan padang savana Fulan Fehan.

"Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Fulan Fehan yang keempat tahun 2026, saya nyatakan resmi dibuka," katanya.

Tito mengatakan, ini merupakan pengalaman pertamanya menyaksikan Festival Fulan Fehan.

Selama ini, ia kerap menyaksikan pertunjukan kolosal di berbagai daerah dengan latar panggung buatan manusia, seperti di stadion-stadion di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Berbeda dengan itu, Festival Fulan Fehan memanfaatkan bentang alam sebagai panggung pertunjukan.

"Di satu tempat yang bukan dibangun oleh manusia. Di tempat padang rumput savana yang indah ini, berbukit-bukit, di sekitarnya ada Gunung Lakaan yang indah, udara yang indah, bukan buatan manusia, tapi Tuhan Yang Maha Kuasa," terangnya.

Ia menuturkan, keindahan alam tersebut merupakan anugerah Tuhan bagi masyarakat Belu, NTT, dan Indonesia. Festival Fulan Fehan juga menampilkan tarian khas empat suku yang bersatu mengusung tema Dance for Friendship.

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada permusuhan.

"One thousand friends are not enough. One enemy is already too many. Empat suku bergabung menjadi satu, berdansa bersama-sama, menjadi sahabat-sahabat, persahabatan yang baik," ungkapnya.

Tito menambahkan, kehadiran peserta dan tamu dari Timor-Leste serta Australia semakin memperkuat semangat persahabatan lintas negara yang dibangun melalui seni dan budaya. 

Menurutnya, festival ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga.

"Melalui festival ini, saya bangga menjadi bagian dan bisa menyaksikan, saksi sejarah di Belu, NTT, dengan seni dan budayanya. Baik tenun yang sudah ribuan tahun, tarian yang beragam, bahasa yang berbeda, tapi tetap dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya.

Ia berharap Festival Fulan Fehan tidak hanya menjadi hiburan yang membahagiakan masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung. Ia optimistis penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang akan semakin meriah.

"Semoga tahun depan atau di tahun berikutnya, Festival Fulan Fehan akan menjadi festival internasional," pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto; Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena; Bupati Belu Willybrodus Lay; Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian; Wakil Kepala Staf Kepresidenan Republik Timor-Leste Graziela Fatima Liu Soares; Sekretaris Negara Bidang Seni dan Kebudayaan Republik Timor-Leste Jorge Cristovao; serta Wali Kota Darwin, Australia, Peter Styles.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.