Viral Jokowi Injak Kepala Mirip Banteng saat Safari di Lampung, PDIP: Itu Bentuk Kesombongan
Wahyu Gilang Putranto June 28, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli merespons foto Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang terlihat menginjak kepala kerbau saat safari di Lampung, Sabtu (27/6/2026). 

Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kesombongan dan tidak menghormati nilai-nilai tradisi.

Foto yang dimaksudkan merupakan kegiatan Jokowi saat duduk di sebuah kursi dengan dikelilingi sejumlah tokoh berbusana adat.

Dalam dokumentasi tersebut, kaki kanan Jokowi tampak diletakkan di atas sebuah kepala hewan seperti kerbau beralas kain di atas karpet merah.

Belum ada penjelasan khusus mengenai makna ritual menginjak kepala kerbau tersebut baik dari Jokowi maupun pihak penyelenggara.

Saat ditanya apakah tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menyindir logo PDIP, Guntur menyatakan tidak mengetahui secara pasti maksud di baliknya.

Namun, ia mengingatkan bahwa hewan kurban dalam tradisi mana pun seharusnya diperlakukan dengan hormat.

"Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati loh, mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu," ujar Guntur saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Guntur kemudian membandingkan perlakuan terhadap hewan kurban dalam upacara tradisi di berbagai wilayah Nusantara yang sangat menjunjung tinggi etika.

"Misalnya kerbau di Toraja atau daerah-daerah lain kalau jadi bagian upacara, kepalanya/tengkoraknya akan diabadikan dalam kehormatan dan kebanggaan, bukan dihinakan seperti yang dilakukan dengan kaki Jokowi seperti itu," jelasnya.

Ia menyoroti etika dari tindakan peletakan kaki di atas kepala hewan yang sudah disembelih tersebut.

"Sikap Jokowi yg menginjak kakinya di atas kepala kerbau/sapi itu bentuk kesombongan. Tapi biarkan rakyat yang menilai," kata Guntur.

Baca juga: Jokowi Turun Gunung ke Lampung: Minta Kader PSI Rajin Takziah dan Kondangan, Bidik Pemilu 2029

Lebih lanjut, Guntur menepis anggapan mengenai kemiripan antara hewan yang diinjak dalam acara tersebut dengan lambang partainya.

"Lagipula logo PDI Perjuangan itu banteng, bukan kerbau, bukan sapi. Banteng itu satwa yang dilindungi yang tidak mungkin dijadikan kurban atau tumbal," tegasnya.

Lebih lanjut, Guntur menyerahkan sepenuhnya penilaian atas dokumentasi acara tersebut kepada masyarakat luas.

"Kalau Jokowi mau mengekspresikan kesombongannya, biarlah masyarakat yang menilai," pungkas Guntur.

Belum Ada Penjelasan dari Penyelenggara

Pihak penyelenggara hingga saat ini belum memberikan penjelasan khusus mengenai makna ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi.

Namun, beberapa sumber menyebut kepala kerbau menjadi simbol dalam prosesi adat, terutama pada pemberian gelar atau upacara adat berskala besar. 

Ritual menginjak kepala kerbau dimaknai sebagai simbol meninggalkan sifat-sifat buruk sehingga orang yang menjalani prosesi diharapkan menjadi pribadi yang suci dan bersih.

Tradisi ini umumnya hanya dilakukan oleh kalangan pemimpin atau tokoh masyarakat.

Namun, masyarakat biasa juga dapat menjalani prosesi tersebut apabila dianggap berjasa, dituakan, dan dihormati oleh masyarakat.

Budaya menginjak kepala kerbau diyakini berasal dari Padang dan diperkirakan mulai masuk ke wilayah Jambi sekitar abad ke-7 Masehi.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.