TRIBUNTRENDS.COM - Langit Kota Blitar, Sabtu (27/6/2026), dipenuhi gelombang massa berbaju biru yang memadati kawasan Alun-alun di Jalan Merdeka.
Di tengah riuh musik dangdut, suara orasi, hingga bentangan spanduk raksasa, ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai penjuru Blitar Raya turun ke jalan untuk menyuarakan satu tuntutan yang sama: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan dihentikan.
Aksi bertajuk Apel Akbar Aliansi SPPG PETA Blitar Raya itu berlangsung meriah sekaligus penuh semangat. Jalan sisi selatan Alun-alun Kota Blitar bahkan sempat ditutup sementara karena massa terus berdatangan sejak pagi hari.
Arus kendaraan dari arah timur di Jalan Merdeka dialihkan melalui Jalan Merapi demi mengurai kepadatan di lokasi aksi.
Baca juga: Didemo Soal MBG, DPRD Sampang Tegaskan Program Makan Gratis Prabowo Layak untuk Didukung
Para relawan yang hadir berasal dari wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Mayoritas mengenakan seragam khas SPPG berwarna biru. Mereka berkumpul membawa spanduk, poster, hingga pengeras suara sebagai simbol dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.
Di atas panggung utama yang berdiri megah di sisi Alun-alun, sejumlah perwakilan relawan secara bergantian menyampaikan orasi.
Tak hanya digunakan untuk menyampaikan aspirasi, panggung tersebut juga menjadi pusat hiburan rakyat dengan penampilan musik dangdut yang terus menggema selama aksi berlangsung.
Sebuah spanduk besar terpasang sebagai latar panggung, memuat tulisan:
"Apel Akbar Aliansi SPPG Blitar Raya, Dukung MBG Tetap Berjalan."
Di samping tulisan itu tampak pula foto berukuran besar Anggota DPRD Kota Blitar Fraksi Gerindra, Tan Ngi Hing.
Di tengah panasnya suasana aksi, suara dukungan terhadap MBG terus digaungkan para peserta. Mereka menilai program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat kecil.
Salah satu relawan yang ikut aksi menyampaikan harapannya secara lugas.
“Kami hanya meminta program MBG tetap dilanjutkan,” kata salah satu relawan yang ikut aksi.
Dari atas panggung, seorang peserta aksi juga menyerukan bahwa dukungan terhadap program MBG jauh lebih besar dibanding pihak-pihak yang menolaknya.
“Ada segelintir orang yang (menolak) MBG. Tetapi hari ini kita buktikan lebih banyak orang yang mendukung MBG karena memang memberi banyak manfaat pada masyarakat,” teriak salah satu peserta dari panggung melalui pengeras suara.
Baca juga: Curhat Pengusaha MBG di Bangkalan: Modal Rp2,5 M, Kini Dapur Libur saat Cicilan Bank Terus Berjalan
Koordinator Aliansi SPPG Blitar Raya, Bambang Sunarso menyinggung besarnya investasi yang telah dikeluarkan oleh para mitra penyelenggara dapur SPPG.
Ia menyebut pembangunan satu dapur SPPG membutuhkan dana mulai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, termasuk untuk pembangunan fasilitas dapur serta pengadaan dua unit mobil box pengantar makanan.
Menurutnya, sampai saat ini banyak mitra yang belum mendapatkan balik modal dari investasi tersebut.
“Nilai investasi untuk satu SPPG ini cukup besar dan sampai saat ini para mitra ini belum balik modal,” ujarnya.
Bambang menegaskan, tidak semua investor SPPG merupakan pengusaha besar. Sebagian di antaranya justru merupakan pengusaha kecil yang membangun dapur secara gotong royong atau melalui pinjaman bank.
”Mereka gotong royong, jadi bukan pengusaha besar,” kata dia.
Menjelang akhir aksi, relawan SPPG Blitar Raya bernama Hety Pratiwi membacakan deklarasi sikap di hadapan massa aksi.
Deklarasi tersebut berisi lima poin utama dukungan terhadap program MBG, yakni:
Setelah deklarasi dibacakan, aksi kemudian ditutup dengan hiburan musik dangdut yang disambut antusias massa. Meski dibalut suasana hiburan rakyat, pesan utama dari aksi itu tetap sama: para relawan berharap program MBG tetap berjalan di tengah berbagai polemik dan kritik yang terus bermunculan.
***
(TribunTrends/TribunJatim/Kompas)