Cuaca Surabaya Hari Ini Senin 29 Juni 2026: Cerah Sejak Pagi, Berawan pada Siang hingga Malam
Putra Dewangga Candra Seta June 29, 2026 04:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Warga Surabaya diperkirakan akan menikmati cuaca yang didominasi kondisi cerah pada Senin, 29 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), langit Kota Pahlawan akan cerah sejak dini hari hingga menjelang siang.

Memasuki siang hari, kondisi cuaca mulai berubah menjadi berawan dan diperkirakan bertahan hingga malam.

Meski tidak ada indikasi hujan dalam prakiraan tersebut, masyarakat tetap disarankan memperhatikan perkembangan cuaca terbaru sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Suhu udara di Surabaya diperkirakan berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius, sehingga udara terasa cukup panas terutama pada siang hari.

Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 28 kilometer per jam. Kondisi ini masih tergolong normal untuk wilayah pesisir seperti Surabaya.

Cuaca yang relatif stabil diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik di sektor pendidikan, perkantoran, maupun transportasi.

Namun, paparan sinar matahari yang cukup terik pada siang hari tetap perlu diwaspadai agar tidak mengganggu kesehatan.

Cuaca Pagi: Cerah dan Nyaman untuk Memulai Aktivitas

CUACA - Foto cuaca cerah berawan arus lalu lintas di kawasan Flyover Mayangkara (Flyover Wonokromo) Surabaya, untukilustraai cuaca hari ini, Minggu (24/5/2026).
CUACA - Foto cuaca cerah berawan arus lalu lintas di kawasan Flyover Mayangkara (Flyover Wonokromo) Surabaya, untukilustraai cuaca hari ini, Minggu (24/5/2026). (Surya.co.id/Habibur Rohman)

BMKG memperkirakan cuaca Surabaya akan cerah sejak pukul 01.00 WIB, kemudian kondisi tersebut berlanjut pada pukul 04.00 WIB, 07.00 WIB, hingga 10.00 WIB.

Cuaca cerah pada pagi hari diperkirakan memberikan kondisi yang cukup nyaman bagi masyarakat yang berangkat bekerja, berolahraga, maupun menjalankan aktivitas di luar rumah.

Jarak pandang juga diperkirakan baik sehingga mendukung kelancaran lalu lintas.

Cuaca Siang: Langit Mulai Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius

Memasuki pukul 13.00 WIB, kondisi cuaca di Surabaya diperkirakan berubah menjadi berawan. Langit berawan diprediksi masih bertahan hingga pukul 16.00 WIB.

Meski awan mulai mendominasi, suhu udara masih relatif tinggi dengan kisaran maksimum mencapai 34 derajat Celsius.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa gerah, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka.

Hingga prakiraan yang dirilis BMKG, tidak terdapat indikasi hujan pada periode siang hari.

Cuaca Malam: Berawan Berlanjut, Cerah Berawan Menjelang Larut

Pada pukul 19.00 WIB, cuaca diperkirakan masih berawan. Selanjutnya, kondisi berubah menjadi cerah berawan pada pukul 22.00 WIB.

Suhu udara secara bertahap menurun menuju kisaran 22 derajat Celsius, sehingga udara malam diperkirakan terasa lebih sejuk dibandingkan siang hari.

Angin dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 28 km/jam masih berpotensi memberikan sirkulasi udara yang cukup baik di wilayah Surabaya.

Tips Menghadapi Cuaca Surabaya Hari Ini

Agar aktivitas tetap berjalan lancar, masyarakat dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas pada siang hari.
  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu yang cukup tinggi.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
  • Pengendara roda dua tetap disarankan membawa jas hujan atau perlengkapan pelindung sebagai antisipasi apabila terjadi perubahan cuaca yang tidak tercantum dalam prakiraan.
  • Pantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG apabila memiliki agenda di luar ruangan.

Prakiraan cuaca Senin, 29 Juni 2026, menunjukkan Surabaya berpotensi mengalami hari yang relatif stabil tanpa indikasi hujan.

Pola cuaca cerah pada pagi hari yang beralih menjadi berawan pada siang hingga malam merupakan kondisi yang umum terjadi pada musim kemarau di sebagian wilayah Jawa Timur.

Meski demikian, suhu maksimum yang mencapai 34 derajat Celsius menandakan paparan panas masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat tetap perlu menjaga kondisi tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Perlu diingat, prakiraan cuaca bersifat dinamis sehingga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.

Banjir Surabaya di Musim Kemarau

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta maaf kepada warga atas munculnya genangan dan banjir di sejumlah wilayah Kota Pahlawan, Senin (22/6/2026) dan Selasa (23/6/2026). 

Eri Cahyadi mengungkap, bencana tersebut akibat hujan deras yang mengguyur lebih dari empat jam hingga proyek saluran yang sedang berjalan.

Eri menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di saat Surabaya telah memasuki musim kemarau. 

Menurutnya, kondisi itu di luar perkiraan karena pemerintah kota mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut Jawa Timur telah memasuki periode kemarau.

"Jadi hari ini saya mohon maaf kepada warga Surabaya. Kita tidak memprediksi karena BMKG tidak mengatakan ini musim hujan. Ini adalah musim kemarau. Sehingga kita besar-besaran menjalankan proyek gorong-gorong dan saluran," kata Cak Eri ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (23/6/2026).

Dari hasil koordinasi BMKG tersebut, diketahui Juni sudah memasuki musim kemarau. 

Karenanya, berbagai proyek pengendalian banjir mulai dikerjakan secara masif untuk mengejar target penyelesaian sebelum musim hujan tiba pada akhir tahun.

Eri menjelaskan, pada proyek saluran, kontraktor memasang sandbag atau karung pasir sebagai penahan sementara aliran air agar area galian tetap aman selama proses konstruksi berlangsung. 
Penutupan sebagian saluran itu diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan sebelum musim hujan.

Namun, di luar prediksi hujan tiba-tiba dagang. Ketika air deras datang dan biasanya mengalir melalui saluran tersebut, maka aliran tidak dapat bergerak secara normal sehingga mengakibatkan genangan di beberapa titik sekaligus.

Menurut Eri, sandbag berfungsi sebagai pembatas sementara yang menutup atau mempersempit aliran air di lokasi proyek agar pekerjaan pembangunan saluran dan gorong-gorong tidak rusak. 
Karena itu, ketika hujan deras turun, kapasitas aliran menjadi berkurang dan air mencari jalur lain yang menyebabkan genangan di sejumlah kawasan.

"Seperti di Simo Kalangan, memang terjadi karena kita sudah melakukan sandbag. Saluran sudah mulai dikerjakan, lalu hujan datang. Ada dua pilihan, proyek ini dibuka dan menjadi rusak, atau kita pertahankan sambil melakukan penanganan genangan," ujarnya.

Akhirnya, pihaknya memutuskan untuk mempertahankan proyek dengan melakukan penanganan genangan tanpa melibatkan saluran. 

Pemkot Surabaya mengerahkan mobil pemadam kebakaran, pompa penyedot, serta personil Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Petugas juga membuka sebagian sandbag secara bertahap agar air dapat mengalir tanpa merusak konstruksi yang sedang dikerjakan. 

"Kita fungsikan kekuatan mobil PMK dan DLH. Sandbag itu kita buka sedikit demi sedikit supaya air bisa mengalir, tetapi pekerjaan yang sudah terpasang tidak rusak," kata Eri.

Selain curah hujan tinggi, Eri menyebut banjir juga dipengaruhi pasang air laut yang terjadi bersamaan. 

Kondisi tersebut membuat aliran air dari daratan menuju laut menjadi terhambat.

"Yang pertama, air pasang lautnya tinggi. Yang kedua, hujannya tidak di musim hujan, tapi di musim kemarau dengan curah yang tinggi," ujarnya.

Di kawasan pesisir Wonorejo misalnya, air laut pasang bahkan masuk ke permukiman warga. Menurut Eri, kondisi tersebut sulit diantisipasi karena air bergerak dari laut menuju daratan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Surabaya sejak dini hari, Selasa (23/6/2026).

Hal ini menyebabkan genangan di 16 titik dengan 4 titik di antaranya berlangsung hingga siang hari.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya hingga pukul 11.00 WIB, terdapat 16 lokasi genangan, empat pohon tumbang, dan satu rumah rusak akibat cuaca ekstrem. 

"Dari 16 titik genangan yang terpantau, sebanyak 12 lokasi sudah surut dan empat lokasi masih dalam proses penanganan hingga pukul 11.00 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, di Surabaya.

Empat titik yang masih tergenang berada di Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo. 

Sementara genangan yang berangsur surut di sejumlah lokasi lain, seperti Jalan Imam Bonjol, Simo Kalangan, Ngagel Kebonsari, RSIA Kendangsari hingga Jalan Tanjung Sari. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.