Cara Merawat Luka Jahitan agar Cepat Pulih Pasca-Melahirkan
Choirul Arifin June 29, 2026 05:34 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah proses persalinan selesai, perhatian keluarga biasanya langsung tertuju pada bayi.  Sementara kondisi ibu yang baru saja melewati perjuangan melahirkan kerap terlupakan.

Padahal, masa setelah persalinan merupakan periode penting bagi pemulihan tubuh ibu. Terutama bagi mereka yang melahirkan normal dan menjalani tindakan episiotomi atau mengalami robekan pada jalan lahir.

Perawatan luka yang tepat menjadi kunci agar proses penyembuhan berjalan baik dan ibu dapat kembali beraktivitas serta merawat bayinya dengan nyaman.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Suci Widhiati, M.Sc., Sp.D.V.E., Subsp.D.A., FINSDV, FAADV, mengingatkan agar ibu tidak mengabaikan kondisi luka setelah melahirkan.

Setelah persalinan normal, area vagina membutuhkan waktu untuk pulih. Selama masa tersebut, ibu perlu memperhatikan kondisi luka, termasuk kemungkinan munculnya tanda infeksi.

Menurut dr. Suci, bila muncul bau yang tidak sedap, keluar nanah, nyeri yang semakin berat, atau disertai demam, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

"Jadi yang pasti perawatan lukanya kan harus baik. Jangan sampai luka pada saat persalinan, terutama persalinan vagina, itu menjadi masalah nantinya. Kalau misalnya merasa bahwa ada bau yang kurang nyaman atau daerah kelaminnya itu ada nanah yang keluar, harus segera lapor nih, jangan didiamin saja,"tegasnya pada live streaming Momspiration yang tayang pada Tribun Health, Minggu (28/6/2026). 

Ia mengingatkan, jangan sampai kesibukan mengurus bayi membuat ibu mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri.

Ikuti Anjuran Dokter

Di masyarakat masih banyak anggapan bahwa luka setelah melahirkan perlu diberi berbagai ramuan tradisional agar cepat sembuh. Menurut dr. Suci, hal tersebut justru tidak dianjurkan bila tidak berasal dari rekomendasi tenaga medis.

Perawatan luka pada dasarnya cukup dilakukan dengan menjaga kebersihan area jahitan dan menggunakan obat atau salep yang memang diberikan dokter.

Baca juga: Sosok Rosa, Dokter Nyambi jadi Driver Taksi Online yang Tolong Persalinan Darurat Penumpangnya

"Saran saya sih tidak perlu memakai bahan-bahan tradisional yang terus ditambahin ini, ditambahin ini. Tapi itu gak usah. Pokoknya apa saran dari dokternya, biasanya penyembuhan luka pada daerah mukosa atau daerah itu lebih cepat dibandingkan di luarnya,"paparnya. 

Dengan perawatan yang baik, luka di area tersebut umumnya mulai terasa lebih nyaman dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari.

Protein Dibutuhkan untuk Mempercepat Penyembuhan

Masih banyak ibu yang mendapat pantangan makan telur, daging, atau ikan setelah melahirkan karena dianggap membuat luka menjadi "amis" atau sulit sembuh.

Menurut dr. Suci, anggapan tersebut tidak benar. Tubuh justru membutuhkan asupan protein untuk membantu proses pembentukan jaringan baru selama penyembuhan luka.

Baca juga: Kenny Austin Sebut Amanda Manopo Memilih Persalinan Caesar

"Karena protein itu penting untuk penyembuhan luka. Jadi harus makan telur, makan daging, makan protein-protein baik hewanya maupun abadi, itu kan juga penting buat penyembuhan luka,"tegasnya. 

Protein bisa diperoleh dari berbagai sumber, baik hewani maupun nabati, sehingga ibu tidak harus mengandalkan satu jenis makanan tertentu.

Dengan perawatan luka yang benar, asupan gizi yang cukup, dan dukungan keluarga, proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal sehingga ibu dapat kembali menjalankan aktivitas dan merawat bayinya dengan nyaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.