JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Toni Kroos menyoroti skuad Jerman dan memperingatkan potensi tersingkirnya tim di Piala Dunia saat menghadapi Paraguay jika dua masalah besar tidak segera diselesaikan.
Legenda Jerman, Toni Kroos, memberikan kritik tajam terhadap performa tim nasional usai penampilan mengecewakan mereka di akhir fase grup. Pemenang Piala Dunia 2014 itu memperingatkan bahwa tim asuhan Julian Nagelsmann bisa langsung tersingkir di babak gugur kecuali mereka segera memperbaiki kelemahan mencolok di lini belakang dan mengembalikan performa terbaik para pemain kunci mereka.
Kekalahan menelanjangi kelemahan pemain veteran
Jerman sebenarnya memastikan posisi teratas di Grup E setelah kemenangan telak 7-1 atas Curacao dan kemenangan tipis 2-1 melawan Pantai Gading. Namun, meski sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Leroy Sane, tim Nagelsmann harus menyerah 2-1 dari Ekuador pada laga terakhir grup. Dengan menurunkan susunan pemain tertua mereka di Piala Dunia sejak 1998, skuad berpengalaman itu tampil lamban dan menuai kritik tajam dari para pengamat.
Kroos menuntut pendekatan yang lebih tangguh
Ekspektasi tinggi diberikan kepada Jamal Musiala dan Florian Wirtz menjelang turnamen, tetapi kedua playmaker muda itu tampak kesulitan karena gaya permainan fisik Ekuador berhasil menetralkan ancaman dribel mereka. Dalam siaran langsung TikTok bersama Lukas Podolski, Kroos secara terbuka tidak sependapat dengan Nagelsmann, yang sebelumnya enggan mempertanyakan tekad penuh para pemainnya untuk menang.
Kroos mengatakan: "Bermain melawan kami seharusnya terasa tidak nyaman, artinya kami harus bisa bertahan dengan baik dan tampil keras. Saat ini kami belum melakukan itu. Dan kami juga membutuhkan [Jamal] Musiala dan [Florian] Wirtz dalam performa terbaik — yang saat ini belum kami miliki."
"Jika dua hal ini tidak berubah, kami tidak akan bertahan lama. Dulu kami juga punya pertandingan buruk — seperti melawan Aljazair — tapi kami tetap bisa menang di laga-laga seperti itu. Saya tidak yakin tim saat ini memiliki kemampuan itu."
"Ini adalah kelompok pemain yang memberikan segalanya. Namun, saya tidak sepakat dengan pelatih yang mengatakan bahwa [rasa puas diri] sama sekali tidak berpengaruh. Hal itu selalu ada di benak Anda ketika tim sudah memastikan kelolosan. Anda tidak bisa sepenuhnya mengabaikannya; hal itu sangat manusiawi. Kami memang bukan tim yang mengandalkan fisik."
Podolski menyerukan refleksi tenang
Sementara Nagelsmann tetap membela kinerja para pemainnya usai melakukan rotasi, mantan penyerang Lukas Podolski sepakat bahwa kekalahan mengejutkan itu bisa menjadi peringatan berharga. Meski mengakui adanya kelemahan struktural, kedua pemain senior itu tetap percaya pada potensi skuad jika mereka mampu melewati rintangan awal di fase gugur.
Podolski menambahkan: "Mungkin kekalahan seperti ini justru baik. Seperti tamparan di wajah. Agar semua orang berkata: 'Baiklah, mari kita tenangkan diri dulu.' Kekalahan seperti ini bisa membawa manfaat, supaya semua pemain bisa merenung sendiri di kamar masing-masing. Kita tidak perlu merendahkan semuanya sekarang. Mari kita dukung para pemain muda itu."
Kroos menutup: "Dan saya tetap pada pendirian saya: Saya percaya jika nanti kami bertemu dengan Prancis, dan semuanya berjalan dengan baik, kami bisa mengalahkan mereka."
Tantangan fase gugur menanti
Meski tampil mengecewakan baru-baru ini, Nagelsmann tidak berencana memisahkan duet Musiala dan Wirtz pada laga babak 32 besar melawan Paraguay di Foxborough pada hari Senin. Jerman harus segera memperkuat lini pertahanan dan menyalakan kembali kreativitas serangan mereka untuk menaklukkan tim asal Amerika Selatan yang terkenal tangguh. Kemenangan akan membuka peluang laga besar di babak 16 besar melawan unggulan utama turnamen, Prancis, sehingga tim yang sedang tidak dalam performa terbaik ini tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan.