Luis Suarez meminta para penggemar untuk berhenti membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi, menegaskan bahwa keduanya adalah pemain yang berbeda meskipun memiliki sejumlah kesamaan. Penyerang Inter Miami itu memuji kedewasaan pemain muda Spanyol tersebut saat menghadapi tekanan, serta meyakini bahwa suatu hari nanti Yamal bisa mencapai tingkat permainan yang sama dengan legenda Argentina tersebut.
Suarez menyerukan kesabaran dalam membandingkan Yamal
Suarez menepis perbandingan antara Yamal dan Messi, dengan menegaskan bahwa mereka adalah "pemain yang benar-benar berbeda" meskipun keduanya sama-sama lulusan akademi La Masia milik Barcelona dan merupakan penyerang kidal yang berbakat. Mantan penyerang Barcelona itu mengakui kemampuan luar biasa Yamal, namun memperingatkan agar publik tidak memberikan ekspektasi berlebihan kepada pemain berusia 18 tahun tersebut. Suarez berharap pemain tim nasional Spanyol itu dapat mencapai standar luar biasa yang telah ditorehkan Messi sepanjang kariernya.
Suarez memuji Yamal sekaligus membela warisan Messi
Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Suarez menjelaskan mengapa menurutnya perbandingan semacam itu tidak menguntungkan bagi kedua pemain. Ia mengakui adanya kesamaan dalam kemampuan teknis mereka, tetapi menekankan bahwa karier masing-masing seharusnya dinilai secara independen.
"Perbandingan itu menjengkelkan," ujar Suarez. "Mereka adalah pemain yang berbeda. Ya, mereka sama-sama kidal, memiliki kualitas yang mirip, tetapi mereka benar-benar pemain yang berbeda. Hasilnya sudah berbicara sendiri, dan apa yang terus dicapai Leo di usianya sekarang. Semoga saja Lamine bisa mencapai setidaknya level yang sama."
Suarez juga menyoroti pengaruh Yamal yang semakin besar bagi tim Spanyol, dengan mengatakan: "Dalam pertandingan pertama melawan Tanjung Verde, Spanyol menguasai banyak bola, tetapi tidak terlalu tajam dalam menciptakan peluang jelas untuk mencetak gol, kecuali peluang Ferran di babak pertama. Namun ketika Lamine masuk, terlihat jelas: semua rekan setimnya mencarinya, memberikan bola kepadanya, dan Anda tahu sesuatu akan terjadi — umpan silang, pergerakan di sayap, tembakan, apa pun itu. Ia menarik lebih banyak perhatian dari para bek lawan."
"Dia adalah pemain yang terus berkembang sepanjang Piala Dunia. Lamine tahu sorotan tertuju padanya, meskipun banyak pemain hebat lainnya yang bersinar di turnamen ini, tetapi banyak mata memperhatikannya. Dia menyadarinya dan mampu menangani tanggung jawab itu dengan sangat baik," tambah Suarez.
Mentalitas Messi terus mengesankan
Menurut Suarez, daya tahan karier Messi tidak hanya didukung oleh kemampuan tekniknya, tetapi juga oleh mentalitasnya. Ia memuji tekad rekan setimnya di Inter Miami itu setelah melihat langsung persiapan Messi menuju Piala Dunia, dan menegaskan bahwa pemenang Ballon d'Or delapan kali tersebut terus membungkam para pengkritiknya.
"Saya sudah berlatih bersamanya di sini untuk beberapa waktu, dan saya tahu bagaimana dia mempersiapkan diri untuk Piala Dunia ini," jelas Suarez. "Banyak orang berspekulasi, mengira dia sudah tua. Namun Leo masih memiliki hasrat besar untuk tetap menjadi yang terbaik, untuk terus bersaing. Beberapa hari lalu, dia kembali menunjukkan kekuatan mentalnya."
"Dia gagal mengeksekusi penalti setelah empat atau lima menit pertandingan dimulai, tetapi kemudian terus berjuang. Bayangkan jika dia menyerah dan seluruh tim Argentina runtuh; itu akan menjadi tanda kelemahan. Namun dia menunjukkan kemampuannya untuk bangkit, terus berjuang, dan akhirnya mencetak dua gol," ungkapnya.
Suarez juga menolak anggapan bahwa ia dan Messi telah menurunkan intensitas permainan sejak bergabung dengan Inter Miami.
"Leo masih memiliki keinginan untuk terus bermain dan bersaing," tambahnya. "Banyak orang bertanya mengapa kami masih bisa marah saat latihan. Karena memang begitulah kami, dan begitulah cara kami bersaing sejak kecil. Dan hal itu akan terus berlanjut hingga kami pensiun. Saat ini, yang benar-benar terlihat adalah profesionalismenya, serta profesionalisme semua pemain yang bermain di Amerika Serikat dan kini berkompetisi di Piala Dunia."
Yamal menghadapi ekspektasi yang meningkat
Yamal akan terus memikul ekspektasi besar setelah menegaskan perannya sebagai salah satu pemain kunci di lini serang Spanyol. Dalam Piala Dunia 2026, bintang Barcelona tersebut mencetak satu gol dan membantu Spanyol melaju ke babak gugur. La Roja kini tengah bersiap menghadapi laga babak 32 besar melawan lawan mereka di Stadion Los Angeles pada 2 Juli.