Edi Kamtono Pimpin HKTI Pontianak, Intip Strateginya Jaga Stok Pangan Kota Jasa dan Perdagangan
Faiz Iqbal Maulid June 28, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Kamtono resmi dilantik sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pontianak pada Sabtu 27 Juni 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.

Ia dilantik oleh Sekretaris Jenderal HKTI Abdul Kadir Karding.

Usai dilantik, Edi menyampaikan bahwa HKTI memiliki peran strategis sebagai organisasi yang menaungi sekaligus memperjuangkan kepentingan para petani. 

Meski Pontianak dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan, menurutnya sektor pertanian tetap menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pontianak memang bukan daerah dengan lahan pertanian yang luas. Tetapi pertanian perkotaan tetap penting, terutama untuk mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan lahan terbatas, dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi pertanian di Pontianak memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan lahan, perkembangan kawasan permukiman, serta karakteristik lahan gambut. 

Oleh sebab itu, pengembangan sektor pertanian harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih inovatif melalui konsep urban farming, pemanfaatan pekarangan, hidroponik, pertanian organik, hingga pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakter wilayah perkotaan.

"Kita harus melihat pertanian ini secara lebih luas. Tidak hanya sawah atau lahan besar, tetapi juga bagaimana memanfaatkan pekarangan, lahan sempit, dan teknologi pertanian yang lebih efisien," katanya.

• Daftar Tim Resmi Gugur dari Piala Dunia 2026! Kafe di Pontianak Keciprat Untung Imbas Pildun

Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak selama ini terus menjalankan berbagai program yang mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan lahan pekarangan, serta pemberdayaan kelompok masyarakat.

Kehadiran HKTI diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program tersebut sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

"Yang terpenting setelah pelantikan ini adalah kerja nyata. Bagaimana HKTI hadir memberi manfaat, memperkuat petani, dan ikut menjaga ketahanan pangan di Kota Pontianak," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal HKTI Abdul Kadir Karding menekankan pentingnya regenerasi petani sebagai salah satu fokus utama organisasi. 

Menurutnya, sektor pertanian harus mampu menarik minat generasi muda agar profesi petani menjadi pekerjaan yang modern, menjanjikan, dan membanggakan.

"Kita ingin punya petani-petani anak muda. Di Jepang dan beberapa tempat lain, anak-anak muda jadi petani dan penghasilannya banyak. Mereka bisa kaya dari bertani. Ini tugas kita, kaderisasi," katanya.

Karding menilai kepemimpinan kepala daerah sebagai Ketua HKTI di masing-masing wilayah menjadi peluang untuk memperkuat pembinaan terhadap petani. 

Selain mendorong regenerasi, ia juga menegaskan HKTI harus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan advokasi, baik melalui masukan kebijakan maupun pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani.

"HKTI harus menjadi kelompok yang melakukan advokasi terhadap petani. Advokasi dalam bentuk kebijakan, maupun pendampingan terhadap masalah-masalah yang dihadapi petani," tutupnya.

• Disdikbud Pontianak Pastikan Tak Ada Peserta SPMB yang Kehilangan Kesempatan Bersekolah

Profil Edi Kamtono

Nama Lengkap: Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM., MT

Tanggal Lahir: 17 Oktober 1963 (62 tahun per 2026)

Tempat Lahir: Pontianak, Kalimantan Barat

Partai Politik: Gerindra

Istri: Dra. Hj. Yanieta Arbiastutie, Msc. Apt

Anak: 3 (M. Irfan Oktodiar, Reyhan Pradipta, Farrel Andita)

Almamater: Universitas Sebelas Maret (S1 Teknik Arsitektur), Universitas Tanjungpura (S2 Manajemen & S2 Teknik Sipil)

Karier:

-1992: Memulai karier sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak.

-2000-an: Menjabat berbagai posisi teknis di bidang jalan, jembatan, dan infrastruktur kota.

-2013–2018: Wakil Wali Kota Pontianak mendampingi Sutarmidji.

-2018–2023: Wali Kota Pontianak periode pertama, terpilih dengan 63,92 persen suara.

-2025–2030: Wali Kota Pontianak periode kedua bersama Bahasan, menang telak dengan 80,05 persen suara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.