TRIBUNSHOPPING.COM -- Baterai laptop yang cepat habis masih menjadi keluhan banyak pengguna. Kondisi ini sering membuat pemilik laptop mengira baterainya sudah rusak.
Padahal, penyebabnya belum tentu berasal dari baterai itu sendiri, melainkan dari kebiasaan penggunaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat mempercepat penurunan performa baterai.
Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat menguras daya lebih cepat dan memengaruhi usia pakai baterai dalam jangka panjang.
Baca juga: 5 Laptop RTX 50 Terbaik untuk Mahasiswa, Mulai dari 20 Jutaan
Karena itu, penting untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari agar baterai laptop tetap awet dan dapat digunakan secara optimal.
Berikut empat kebiasaan yang sering diabaikan, tetapi diam-diam membuat baterai laptop lebih cepat boros.
1. Membiarkan Kecerahan Layar di Level Tertinggi Sepanjang Waktu
Layar menjadi salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi daya pada laptop.
Menggunakan tingkat kecerahan maksimum secara terus-menerus akan membuat baterai lebih cepat habis dibandingkan penggunaan pada tingkat menengah.
Semakin tinggi tingkat kecerahan layar, semakin besar pula energi yang dibutuhkan perangkat untuk beroperasi.
Di ruangan dengan pencahayaan yang cukup, menurunkan kecerahan layar ke kisaran 40–60 persen umumnya sudah nyaman digunakan sekaligus membantu menghemat daya baterai.
Jika laptop mendukung fitur kecerahan otomatis, kamu juga bisa mengaktifkannya agar tingkat pencahayaan layar menyesuaikan kondisi sekitar secara otomatis.
Fitur ini tersedia di banyak laptop modern, termasuk beberapa seri ASUS, Lenovo, dan HP yang telah dilengkapi sensor cahaya untuk menyesuaikan tampilan secara real-time.
2. Terlalu Banyak Aplikasi Berjalan di Latar Belakang
Aplikasi yang tetap aktif di latar belakang meski tidak digunakan tetap mengonsumsi sumber daya laptop.
Semakin banyak aplikasi yang berjalan, semakin besar pula beban kerja prosesor (CPU) dan memori (RAM).
Kondisi ini membuat konsumsi daya meningkat dan baterai lebih cepat terkuras.
Kamu dapat memantau aplikasi yang berjalan melalui Task Manager di Windows atau Activity Monitor di macOS.
Tutup aplikasi yang tidak diperlukan agar sistem bekerja lebih ringan.
Selain membuat baterai bertahan lebih lama, langkah ini juga membantu meningkatkan performa laptop, terutama saat menjalankan banyak tugas secara bersamaan.
3. Mengisi Daya Baterai Hingga 100 Persen Setiap Saat
Bagi pengguna laptop modern dengan baterai lithium-ion, mengisi daya hingga 100 persen secara terus-menerus sebenarnya tidak selalu dianjurkan.
Banyak produsen kini menyediakan fitur pembatasan pengisian daya hingga sekitar 80 persen, seperti Lenovo melalui Lenovo Vantage dan ASUS melalui MyASUS.
Fitur tersebut dirancang untuk membantu memperlambat penurunan kualitas baterai dan memperpanjang usia pakainya.
Membiarkan baterai berada pada kondisi penuh dalam waktu lama dapat mempercepat degradasi komponen kimia di dalamnya, sehingga kapasitas baterai berkurang lebih cepat.
Jika aktivitas sehari-hari dilakukan di dekat stop kontak, menjaga kapasitas baterai pada kisaran 20–80 persen umumnya lebih baik untuk kesehatan baterai.
Meski begitu, mengisi daya hingga 100 persen sesekali tetap tidak menjadi masalah, terutama saat kamu membutuhkan laptop untuk perjalanan atau pekerjaan dalam waktu lama.
4. Menggunakan Mode Performa Tinggi untuk Semua Jenis Pekerjaan
Sebagian pengguna memilih mode performa tinggi agar laptop terasa lebih responsif saat digunakan.
Namun, mode ini membuat prosesor dan komponen lainnya bekerja lebih keras secara terus-menerus, meskipun pekerjaan yang dilakukan sebenarnya tidak membutuhkan performa tinggi.
Untuk aktivitas ringan seperti mengetik dokumen, membuka email, atau menjelajahi internet, mode Balanced atau Power Saver biasanya sudah lebih dari cukup.
Selain tetap nyaman digunakan, mode tersebut juga membantu memperpanjang daya tahan baterai saat laptop digunakan dalam waktu yang lama.
Pengaturan mode daya dapat diakses melalui ikon baterai di taskbar Windows.
Sementara itu, pengguna macOS dapat membukanya melalui menu System Settings, lalu memilih Battery.
Tips Tambahan Merawat Baterai Laptop
Selain menghindari kebiasaan di atas, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan baterai laptop dalam jangka panjang.
Pertama, hindari menyimpan laptop dalam kondisi baterai benar-benar kosong dalam waktu lama.
Kedua, jangan menggunakan laptop di atas permukaan yang dapat menghalangi sirkulasi udara, seperti kasur atau bantal.
Ketiga, lakukan pembaruan sistem operasi secara berkala karena pembaruan sering kali membawa peningkatan efisiensi dalam pengelolaan daya perangkat.
Dengan memahami kebiasaan yang memengaruhi konsumsi daya, kamu dapat menjaga baterai laptop tetap awet lebih lama.
Selain menghemat biaya perawatan, kamu juga tidak perlu terburu-buru mengganti perangkat baru hanya karena masalah baterai.
(M.Kholil Ibrahim/Tribunshopping.com)