Jabatan Mentereng Baru untuk Uya Kuya, Geser Posisi Eko Patrio Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta
Achmad Maudhody June 28, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jabatan mentereng baru Uya Kuya, resmi geser posisi Eko Patrio jadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPR) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta.

Karier moncer Uya Kuya kembali ditunjukkan dengan amanah dan jabatan baru yang kini diembannya.

Istri Astrid Kuya itu ditunjuk sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Jabatan tersebut diketahui sebelumnya ditempati oleh seniornya, Eko Patrio.

Uya kabarnya dilantik dalam jabatan baru di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Di sisi lain, Eko Patrio melepas jabatan Ketua DPW PAN DKI Jakarta karena kini berfokus sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

"Hari ini, Ketua Umum DPP PAN, Bang Zulkifli Hasan, akan melantik Surya Utama alias Uya Kuya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta," ujar Viva Yoga, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (27/6/2026).

Viva menjelaskan, penunjukan Uya didasarkan pada tiga pertimbangan utama dari internal partai, yakni integritas kepribadiannya yang dinilai baik, komitmen tinggi untuk membesarkan partai di Ibu Kota, serta modal jaringan sosialnya yang luas.

Kelebihan tersebut diharapkan mampu mendongkrak nilai elektoral serta elektabilitas PAN di wilayah DKI Jakarta.

Profil Uya Kuya

Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 4 April 1975, pria berusia 51 tahun ini mengawali kiprahnya di industri hiburan Indonesia sebagai personel grup vokal Tofu pada akhir era 1990-an.

Setelah memilih bersolo karier, nama Uya justru semakin melambung. Ia dikenal sebagai salah satu entertainer paling multitalenta di tanah air, mulai dari presenter televisi, komedian, pesulap, aktor, hingga produser musik.

Di luar dunia keartisan, suami dari Astrid Khairunnisha ini juga dikenal memiliki insting bisnis yang tajam.

Ayah dari Cinta dan Sydney ini tercatat mengelola berbagai lini usaha, meliputi showroom mobil bekas, penangkaran kucing ras, budidaya ikan louhan, restoran Jepang, hingga kuliner pisang goreng Pontianak.

Sukses di dunia hiburan dan bisnis menjadi batu loncatan bagi Uya untuk masuk ke panggung politik praktis pada Pemilu 2024.

Bergabung dengan PAN, ia maju sebagai calon legislatif (caleg) di Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.

Baca juga: Penyebab Asli Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi Terjawab, Humas PA Ngamprah: Pasal 19 Huruf F

Langkah politiknya berbuah manis. Uya Kuya sukses mengamankan kursi di Senayan setelah berhasil mengantongi 41.385 suara.

Perolehan tersebut menjadikannya pemilik suara tertinggi di internal PAN untuk dapil tersebut, bahkan melampaui suara seniornya, Eko Patrio, yang bertarung di dapil Jakarta Timur.

PROFIL UYA KUYA - Potret artis sekaligus politisi Uya Kuya, dicapture Selasa (30/9/2025).
PROFIL UYA KUYA - Potret artis sekaligus politisi Uya Kuya, dicapture Selasa (30/9/2025). (Youtube Uya Kuya TV)

Kontroversi

Kendati memiliki karier politik yang moncer, perjalanan Uya Kuya tidak pernah lepas dari sorotan tajam dan kontroversi.

Sejak awal pencalonannya, publik kerap mempertanyakan kapabilitas serta keseriusannya dalam mengemban fungsi legislasi.

Ia bahkan sempat dilaporkan oleh Migrant CARE ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran aturan kampanye.

Di dunia digital, Uya juga sempat menuai kritik keras lantaran membuat konten video di lokasi musibah kebakaran rumah di Los Angeles, Amerika Serikat, yang dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan para korban.

Kontroversinya yang paling membekas terjadi saat Sidang Tahunan MPR RI tahun 2025 lalu.

Aksi Uya bersama sejumlah anggota dewan lainnya yang berjoget di dalam ruang sidang menuai gelombang kritik dari pengamat politik dan warganet karena dianggap tidak elok dan meremehkan marwah lembaga legislatif.

Kejadian itu bahkan sempat membuat Uya dan sejumlah Anggota DPR RI lainnya menghadapi sidang kode etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Uya sempat membela diri dengan menyatakan bahwa ia merupakan perpaduan antara artis dan politisi, sebuah pembelaan yang justru sempat memicu polemik baru.

Bantah Isu Terseret Korupsi MBG

Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus figur publik, Surya Utama alias Uya Kuya, memberikan klarifikasi usai namanya santer beredar di media sosial sebagai satu dari 24 orang yang diisukan terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). 

Uya mengaku terkejut dan menyebut isu tersebut sebagai rentetan fitnah yang kembali sengaja diarahkan kepadanya.

Rasa heran dan kecewa tak bisa disembunyikan oleh Uya, mengingat belum lama ini dirinya juga baru saja dihantam rumor tak sedap terkait kepemilikan ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Bagi Uya, fitnah dan kabar bohong seolah tak pernah lelah menerpanya. 

"Tahun lalu saya sudah kena hoaks besar juga, sampai rumah saya dijarah. Video-video lama saya dijahit dan ditambahi tulisan-tulisan yang seolah-olah menghina masyarakat, padahal saya enggak pernah bicara sedikitpun pada saat itu," kenang Uya. 

Ia memaparkan bahwa akibat hoaks tersebut, banyak orang terprovokasi hingga keluarganya menjadi korban perundungan. 

Tragisnya, hingga 10 bulan berlalu pasca-insiden tersebut, perbaikan rumahnya yang rusak akibat dijarah belum juga selesai.

Meski terus-menerus dirugikan baik secara materi maupun mental, Uya mengaku memilih untuk merespons segala fitnah ini dengan lapang dada. 

Rentetan kejadian pahit di masa lalu justru menempa dirinya menjadi pribadi yang lebih berserah diri. 

"Tapi kejadian-kejadian kemarin membuat saya lebih ikhlas, sabar dan tawakal menghadapi fitnah apapun. Saya percaya Tuhan punya rencana terbaik buat kami," tuturnya.

RUMAH DIJARAH - Kolase Uya Kuya bersama Astrid dan nasib rumahnya usai digeruduk massa, Minggu (31/8/2025).
RUMAH DIJARAH - Kolase Uya Kuya bersama Astrid dan nasib rumahnya usai digeruduk massa, Minggu (31/8/2025). (Wartakotalive.com/Yolanda Putri/Instagram king_uyakuya)

Terkait namanya yang kini dikaitkan dengan pusaran kasus di BGN, Uya Kuya memberikan pesan menohok. 

Ia mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah terkecoh oleh isu-isu liar yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian publik dari pelaku kejahatan yang sesungguhnya.

"Jangan sampai masalah kasus korupsi yang sebenarnya dikaburkan dengan sengaja menyeret nama-nama tokoh atau orang-orang yang justru tidak ada korelasinya dengan inti kasusnya, yang akhirnya justru menciptakan polemik baru di masyarakat yang membuat orang jadi lupa sama masalah intinya, dan jangan sampai kasus korupsi bergeser menjadi isu politik," kata Uya.

Sebagai wakil rakyat, Uya menekankan bahwa interaksinya dengan pihak BGN selama ini murni sebatas urusan pekerjaan dewan. 

"Sebagai anggota DPR khususnya Komisi IX, saya hanya menjalankan tugas saya meneruskan aduan-aduan serta aspirasi serta usulan-usulan masyarakat ke para pimpinan BGN," terangnya mengakhiri klarifikasi.

Nama Uya Kuya dan sejumlah pejabat hingga Aparat Penegak Hukum (APH) belakangan ini memang ramai diperbincangkan di media sosial seiring meledaknya kasus korupsi MBG. 

Isu liar ini mencuat tajam pasca-Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan status tersangka terhadap Kepala BGN, Dadan Hindayana serta kedua wakilnya, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, hanya sehari setelah ketiganya dicopot dari kursi pimpinan BGN.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.