Wakapolres Morowali: Balap Manol Bentuk Penghormatan bagi Petani Penjaga Ketahanan Pangan
Fadhila Amalia June 28, 2026 10:08 AM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa menyebut Balap Manol bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk penghormatan kepada para petani menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Grasstrack Balap Manol, Motor Angkut Gabah Petani, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Desa Puntari Makmur, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/6/2026).  

Baca juga: Polres Morowali Gelar Balap Manol Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Angkat Semangat Petani

Menurutnya, Manol memiliki makna lebih dalam bagi masyarakat pedesaan karena menjadi simbol perjuangan dan semangat gotong royong para petani.

“Manol bukan hanya kendaraan pengangkut gabah, tetapi simbol perjuangan petani, semangat gotong royong, kreativitas masyarakat, serta ketangguhan dalam membangun daerah,” ujar I Nyoman Raka Arya Wiyasa.

Ia mengatakan, melalui kegiatan tersebut Polri ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. 

Baca juga: 77 Pecatur Bertanding di Turnamen Kapolres Banggai Cup

Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan Grasstrack Balap Manol juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat masyarakat dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi kesejahteraan daerah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.