TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atau Pemprov Kaltim bergerak cepat untuk penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim yang bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw–BI) Kaltim, sebuah langkah strategis resmi digulirkan.
Kedua lembaga ini sepakat melakukan penelitian mendalam terkait Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan di Benua Etam.
Penelitian berskala besar ini ditargetkan rampung dalam waktu lima bulan ke depan.
Baca juga: 100 UMKM dari Balikpapan hingga IKN Ikuti Workshop BI, Dibekali Strategi Bisnis dan Ekspor
Tujuannya menguliti dan memahami secara mendalam profil UMKM, sekaligus memetakan potensi lokal yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kaltim.
Nantinya, data yang diperoleh akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Kaltim, Wahyu Gatut Purboyo, menegaskan bahwa sektor UMKM selama ini terbukti menjadi penyelamat dan penggerak utama urat nadi perekonomian masyarakat.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan data dan pemetaan yang komprehensif terhadap potensi unggulan UMKM di Kaltim, sehingga dapat menjadi landasan dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif," ungkapnya, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Jumlah UMKM di Kaltim Tembus 293.525, Didominasi Sektor Usaha Mikro
Perwakilan KPw–BI Kaltim, Abraham Wahyu Nugroho, membeberkan bahwa penelitian ini merujuk pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2014 tentang pedoman pengembangan produk unggulan daerah.
Langkah Bank Indonesia ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha, mengingat data KPJU sangat krusial untuk mendongkrak daya saing UMKM lokal di kancah nasional maupun internasional.
“Seluruh stakeholder dan pengambil kebijakan sengaja dilibatkan agar hasil riset ini melahirkan rekomendasi yang bisa langsung dieksekusi di lapangan (implementatif),” tambahnya singkat.
Di sisi lain, Muhammad Arif Yunus selaku perwakilan tim peneliti dari SEM Institut menambahkan, kajian ini akan menyisir berbagai komoditas dan jenis usaha potensial untuk melihat mana saja sektor yang memiliki prospek paling menjanjikan ke depan.
Baca juga: Kenaikan BBM Berpotensi Menekan Daya Beli Masyarakat, UMKM dan Jasa Transportasi Paling Terasa
Melalui kerja sama berdurasi lima bulan ini, Pemprov Kaltim optimistis hasil akhir kajian KPJU bakal melahirkan strategi baru yang membuat UMKM Kaltim naik kelas, berdaya saing tinggi, mandiri, serta mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal.
"Kajian ini akan menyisir berbagai komoditas dan jenis usaha potensial untuk melihat mana saja sektor yang memiliki prospek paling menjanjikan ke depan," tandas Yunus. (*)