Rekomendasi Liburan Sekolah: Menikmati Sejuknya Labirin Hutan Pinus dan Wisata Sejarah di Puncak Pato Tanah Datar Sumatra Barat
TribunStyle.com - Mencari tempat berlibur yang sejuk, ramah di kantong, dan punya pemandangan alam yang magis? Wisata Panorama Puncak Pato di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, bisa menjadi destinasi sempurna untuk mengisi liburan sekolah kali ini.
Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (MDPL), objek wisata yang terletak di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara ini selalu ramai dipadati pengunjung, terutama di akhir pekan. Dari pusat kota Batusangkar, jaraknya hanya sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh berkisar antara 30 menit hingga 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Meskipun akses jalannya khas daerah pegunungan yang berkelok-kelok serta naik turun, setiap detik perjalananmu dijamin terasa berharga berkat hamparan pemandangan indah yang disajikan di sepanjang jalan.
Hutan pinus di Puncak Pato saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Tanah Datar. Berdasarkan pantauan TribunPadang.com saat berkunjung pada Sabtu (3/5/2025), suasana di lokasi ini begitu menenangkan dengan gemuruh angin yang berbisik lembut menggoyahkan dedaunan, membelah labirin batang-batang pinus yang menjulang tinggi, dan membawa semilir dingin yang menghanyutkan batin.
Jika berkunjung saat petang tiba, kamu akan disuguhi pesona langit senja yang berona jingga saat matahari pamit ke peraduannya. Momen estetik ini sangat cocok dijadikan latar belakang foto bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan untuk menghiasi memori ponsel dan linimasa media sosial.
Salah seorang pemuda lokal Puncak Pato, Ismail, menuturkan bahwa destinasi ini tidak hanya menawarkan pesona alam yang memanjakan mata, tetapi juga nilai sejarah yang kental.
“Disini juga ada wisata budaya cikal bakal lahirnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.
Bagi kamu yang ingin merasakan petualangan lebih seru selama libur sekolah, pengelola memperbolehkan pengunjung untuk mendirikan tenda dan berkemah di bawah rindangnya pohon pinus dengan tarif yang sangat terjangkau. Untuk keamanannya sendiri, hutan pinus ini selalu dipantau dan dirawat secara berkala.
“Fasilitas yang tersedia juga lengkap mulai dari toilet dan musala serta juga ada kedai makanan maupun minuman di dekat gerbang masuk,” terang Ismail. Ia menambahkan bahwa pohon pinus yang sudah terlalu tinggi akan dipotong sedikit demi menjamin keamanan para wisatawan.
Keindahan tempat ini turut diakui oleh Ari, seorang pengunjung asal Nagari Tapi Selo, yang datang untuk berburu stok konten media sosial sambil bersantai.
“Di sini adem, sejuk serta pemandangannya bagus dan tentu banyak spot foto untuk stok di medsos,” ucap Ari dengan sedikit tertawa.
Menurut Ari, kehadiran kedai kopi lokal dengan harga terjangkau (berkisar antara Rp8 ribu hingga Rp15 ribuan) serta warung yang menyediakan mie instan hangat membuat suasana bersantai jadi makin lengkap.
“Keindahan dan kesejukan hutan pinus harus dinikmati sembari melepas penat dan sayang sekali kalau dilewatkan,” tutup Ari.
Untuk menikmati semua fasilitas alam ini, biaya yang perlu kamu keluarkan tidak akan menguras kantong tabungan sekolah:
Beberapa spot foto paling direkomendasikan yang wajib kamu coba di antaranya berada di area gerbang masuk, di antara rimbunnya hutan pinus, di Tugu Sumpah Sati Bukik Marapalam, hingga pemandangan indah Danau Singkarak yang terlihat jelas dari bawah tugu tersebut.
(TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia/TribunStyle.com/Ana Vaidatu Zuhda)