TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dampak kekerasan fisik yang dialami YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan oleh Taufik Hidayat di Kabupaten Bandung, disebut sangat serius hingga menyebabkan kerusakan berat pada bagian wajah.
Kondisi korban kini menjadi perhatian tim medis karena cedera yang dialaminya tidak hanya menimbulkan luka luar, tetapi juga merusak struktur wajah yang membutuhkan penanganan intensif.
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengungkapkan bahwa YTR mengalami kerusakan serius pada area wajah sehingga memerlukan operasi rekonstruksi dalam jangka panjang untuk memulihkan fungsi maupun bentuk wajahnya.
Tim medis menjelaskan, cedera yang dialami korban tergolong kompleks karena melibatkan kerusakan pada sejumlah struktur penting di area wajah.
Kondisi tersebut diduga merupakan dampak dari penganiayaan yang dilakukan secara berulang selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Akibat tingkat keparahan luka yang dialami, proses pemulihan korban diperkirakan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan serangkaian tindakan medis lanjutan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kerusakan yang dialami korban mencakup area mulut hingga pipi, sehingga memerlukan penanganan rekonstruksi secara bertahap untuk mengembalikan fungsi serta kondisi wajah korban semaksimal mungkin.
Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang
Direktur Utama RSHS Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan bahwa bagian terberat dari luka yang diderita korban berpusat pada area wajah.
Tim dokter bedah plastik ditargetkan melakukan operasi bertahap untuk merekonstruksi organ-organ wajah yang hancur.
"Itu kurang lebih lebih 3 bulan, kami akan bertahap melakukan rekonstruksi di wajah ini. Karena dari mulai mulut, hidung, pipi ya," ujar Rachim saat memberikan keterangan di RSHS Bandung di Jl. Pasteur No.38, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2026).
Rachim menegaskan bahwa tindakan medis ini murni untuk mengembalikan fungsi organ dasar, bukan operasi kosmetik estetika.
Mengingat parahnya tingkat kerusakan, tim dokter mengakui akan sangat sulit mengembalikan wajah korban seperti sediakala.
"Yang paling berat adalah di bagian wajah, dan ini direncanakan bertahap, namanya rekonstruksi ya."
"Jadi bukan kecantikan, ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekatilah. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit," jelasnya.
Sebelum operasi besar bedah plastik dimulai, tantangan utama tim medis saat ini adalah membersihkan luka-luka korban dari infeksi bakteri.
Area wajah YTR harus dipastikan benar-benar steril agar tindakan rekonstruksi tidak berujung kegagalan jaringan.
"Sampai saat ini dan mungkin beberapa hari ke depan, akan memperketat tidak boleh dijenguk. Karena yang datang nanti akan membawa kuman. Karena kalau ada infeksi, pasti tidak akan bisa sembuh," urai Rachim.
Demi menyelamatkan fisik dan psikologis YTR, pihak RSHS Bandung tidak main-main.
Manajemen bahkan telah membentuk tim raksasa khusus yang melibatkan 40 tenaga medis lintas disiplin ilmu, mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater, hingga ahli gizi, guna mengawal pemulihan korban secara total.
(Tribunnewsmaker.com/TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)