TRIBUNTRENDS.COM - Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) yang menyeret nama Taufik Hidayat sebagai tersangka.
Di balik kasus yang tengah menjadi sorotan, Taufik ternyata memiliki riwayat perilaku kasar di lingkungan keluarganya sendiri.
Pria yang kini ditahan di Polda Jawa Barat itu disebut memiliki sifat temperamental dan emosional sejak lama.
Bahkan, tindakan kekerasan yang dilakukannya tidak hanya ditujukan kepada sang kekasih, tetapi juga pernah menyasar ayah kandungnya.
Temuan tersebut terungkap setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak.
Polisi meminta keterangan dari korban, tersangka, orang tua tersangka, hingga melibatkan tim psikologi forensik untuk mendalami kepribadiannya.
Dari hasil pemeriksaan, Taufik diketahui juga memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut tersangka memiliki karakter yang tidak stabil.
Dalam pemeriksaan, Taufik pun mengakui bahwa dirinya adalah pelaku kekerasan terhadap korban.
Baca juga: Terungkap Alasan Taufik Hidayat Menyekap Yuvita Hingga Tiga Tahun, Tabungan Dikuras Habis & Emosi
Sifat emosional Taufik Hidayat ternyata bukan hal baru bagi lingkungan terdekatnya.
Penyidik menemukan fakta bahwa tersangka kerap menunjukkan perilaku kasar, bahkan kepada anggota keluarganya sendiri.
Salah satu tindakan nekatnya menyasar sang ayah kandung yang bernama Tata.
"Tambahan lagi, ini tersangka temperamental," ungkap Rudi.
Rudi kemudian membeberkan salah satu insiden kekerasan yang pernah dilakukan Taufik Hidayat di masa lalu.
Tindakan sadis tersebut dipicu oleh hal yang sepele. Taufik mengamuk hanya karena masalah makanan di rumah.
"Kalau yang bersangkutan itu sesuatu harapannya tidak dipenuhi, pernah suatu hari balik ke rumah tidak mendapatkan makanan sesuai harapan, itu bapaknya dicari ke sawah dan dipukul," kata Rudi.
Masa lalu Taufik yang kerap bertindak kasar ini juga dikupas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca juga: Terungkap Alasan Taufik Hidayat Menyekap Yuvita Hingga Tiga Tahun, Tabungan Dikuras Habis & Emosi
Dalam sebuah perbincangan, Tata selaku ayah kandung Taufik membuat pengakuan kepada pria yang akrab disapa KDM itu.
Tata menceritakan bagaimana cara ia mengasuh Taufik semasa kecil hingga tumbuh dewasa.
Taufik merupakan anak yang lahir dari empat bersaudara.
Dari empat anak tersebut, tiga di antaranya adalah laki-laki dan satu perempuan.
Di antara saudara-saudaranya yang lain, Taufik Hidayat mendapatkan perlakuan paling istimewa dari sang ayah.
Tata memanjakan Taufik Hidayat bukan tanpa alasan yang jelas.
Rupanya, Tata memanjakan Taufik lantaran menilai paras anak lak-lakinya itu paling tampan dibanding anak lainnya.
"Bener disayang iya. Karena paling, ganteng gitulah. Beda dengan yang lain," ujar Tata saat berbincang dengan Dedi Mulyadi.
Sebagai anak kesayangan yang dinilai berparas paling tampan, Taufik Hidayat selalu mendapatkan pembelaan dari orang tuanya.
Tata kerap membela Taufik Hidayat jika sang anak tertimpa masalah apa pun.
Baca juga: Hotman Paris Open Donasi untuk Korban Taufik Hidayat, Minta Prabowo Sumbang Rp1 Juta: Hanya Simbolik
Pola asuh yang terlalu memanjakan ini diduga membentuk karakter Taufik Hidayat menjadi pribadi yang merasa selalu benar dan mudah marah.
Bahkan ketika Taufik Hidayat mulai berani melakukan kekerasan fisik di rumah, Tata memilih untuk mengalah.
Tata pernah dipukul menggunakan kayu oleh Taufik. Bukannya memberikan sanksi atau melaporkannya, Tata justru memilih untuk memaafkan tindakan putranya tersebut.
Dedi Mulyadi menilai sikap mengalah dari sang ayah justru menjadi bumerang yang membentuk kepribadian kejam Taufik Hidayat.
Pola asuh itu membuat Taufik Hidayat tumbuh menjadi sosok yang tidak memiliki rasa hormat.
"Ya karena itu, kalau sampai orang tua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orang tuanya memaafkan itu cermin anak itu dimanja," tandas Dedi Mulyadi.
Kini, tabiat temperamental dan emosional tersebut diduga kuat meluas hingga mengorbankan orang lain.
Yuvita menjadi korban penyekapan dan penganiayaan brutal oleh tersangka.
Berdasarkan hasil penyidikan, polisi menemukan bahwa faktor kecemburuan yang besar diduga menjadi salah satu pemicu utama kekerasan terhadap korban.
"Korban memberikan keterangan, ada cemburu yang besar," ujar Irjen Pol Rudi Setiawan.
Selain faktor asmara, tekanan dari lingkungan kerja juga ikut memicu emosi tersangka.
Taufik sehari-hari bekerja sebagai seorang penagih utang atau debt collector.
Pekerjaan yang penuh tekanan ini kerap membuat tersangka melimpahkan kekesalannya kepada orang terdekat.
"Kalau mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan, salah satu percekcokan pelampiasannya sepertinya ke korban," imbuh Kapolda Jabar.
Baca juga: Awal Mula Taufik Hidayat Siksa YTR, Pukul Pakai Kursi dan Kuras Hartanya, Nama Dipakai untuk Pinjol
Taufik Hidayat ternyata merupakan seorang residivis. Ia pernah terlibat dalam perkara kekerasan pada masa lalu.
Atas kasus lamanya tersebut, Taufik Hidayat sudah pernah menjalani hukuman pidana kurungan penjara.
"Sudah divonis 1 tahun 4 bulan terkait kekerasan tahun 2000-an," ucap Rudi.
Mengingat rekam jejak tersangka yang kelam dan sifatnya yang temperamental, Polda Jabar menduga ada potensi korban-korban lain di luar sana.
Rudi pun mengajak masyarakat yang pernah menjadi korban kekerasan oleh Taufik untuk tidak takut bersuara.
Laporan dari warga sangat dibutuhkan untuk memperkuat berkas perkara penyidikan.
"Kepada semua masyarakat yang mengalami kekerasan yang dilakukan oleh tersangka, silakan dilaporkan kepada kami," tutur Kapolda Jabar.
(TribunTrends/TribunnewsBogor.com)