Sempat Sepi Usai Insiden Warga Tewas Terseret Arus, Pantai Masceti Bali Kembali Dipadati Pengunjung
Putu Dewi Adi Damayanthi June 28, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Aktivitas wisata di Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, perlahan kembali normal.

Setelah sempat mengalami suasana berbeda pasca insiden meninggalnya seorang warga yang terseret arus laut, pantai yang dikenal dengan suasana teduh dan kuliner pesisir ini kembali ramai didatangi pengunjung.

Pantauan di lokasi pada Minggu 28 Juni 2026 siang, kawasan Pantai Masceti terlihat dipenuhi warga yang menghabiskan waktu libur Hari Raya Kuningan dan Umanis Kuningan.

Sejumlah pengunjung tampak duduk santai di pinggir pantai, menikmati deburan ombak sembari menyantap makanan dan minuman yang dijajakan para pedagang lokal.

Baca juga: Destinasi Ikonik Bali Utara Berbenah, Pantai Lovina Hadirkan Jalur Pedestrian dan Lampu Malam

Sebelumnya, Pantai Masceti sempat mengalami penurunan aktivitas setelah peristiwa meninggalnya Ni Nyoman Murtiningsih (48), warga Banjar Palak, Desa Sukawati, Gianyar yang diduga terseret arus saat berada di kawasan pantai tersebut.

Peristiwa itu membuat sebagian pengunjung lebih memilih untuk tidak berlama-lama berada di lokasi.

Dian, salah satu karyawan Belli Ssimo di kawasan Pantai Masceti, mengatakan sehari setelah kejadian sebenarnya pengunjung masih tetap berdatangan.

Namun, suasananya tidak seperti biasanya karena warga yang datang hanya membeli makanan atau minuman untuk dibawa pulang.

“Tidak sepi, tapi tidak ada yang berani nongkrong. Mereka kebanyakan hanya take away,” ujar Dian.

Menurutnya, kondisi tersebut hanya berlangsung singkat.

Dua hari setelah kejadian, aktivitas pengunjung mulai kembali seperti biasa.

Warga mulai kembali duduk santai, bercengkerama bersama keluarga maupun teman, serta menikmati suasana pantai hingga sore hari.

“Dua hari setelah kejadian mulai ramai lagi. Puncaknya kemarin dan hari ini ramai sekali. Kami jualan dari pagi sampai kewalahan melayani pembeli. Kami bersyukur kunjungan sudah kembali ramai,” katanya.

Keramaian Pantai Masceti semakin terlihat karena bertepatan dengan adanya kegiatan lomba layang-layang.

Banyak warga yang datang tidak hanya untuk menikmati pantai, tetapi juga menyaksikan aktivitas tersebut sambil menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Hal serupa disampaikan Dewa, salah seorang pedagang minuman di Pantai Masceti.

Ia mengaku sempat tidak berjualan beberapa hari setelah kejadian karena ada kesibukan lain.

Saat kembali membuka lapak sejak Sabtu, ia melihat kondisi pantai sudah kembali ramai.

“Pasca kejadian saya tidak tahu sepi atau tidak, karena saya sedang ada kesibukan. Saya baru jualan kemarin, dan saya lihat pengunjung sudah ramai. Astungkara,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar pengunjung yang datang merupakan warga lokal Bali.

Mereka memilih Pantai Masceti sebagai tempat mengisi waktu liburan karena menawarkan suasana yang berbeda dibandingkan pantai lainnya.

Selain memiliki pemandangan laut, Pantai Masceti juga memiliki area yang cukup teduh dengan banyak pepohonan rindang di sekitar pesisir.

Kondisi tersebut membuat pengunjung tetap merasa nyaman meskipun datang pada siang hari.

Daya tarik lain dari pantai ini adalah keberadaan pedagang kuliner lokal yang menawarkan berbagai makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Hal itu membuat Pantai Masceti menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin berlibur tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Tidak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarga besar, termasuk orang tua yang mengajak anak dan cucu mereka menikmati suasana pantai.

“Di sini pantainya sejuk, tempatnya nyaman, kulinernya juga murah. Makanya lebih memilih ke sini daripada pantai lain,” ujar Nyoman Murta, salah seorang warga asal Sukawati. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.