Letak Calon Alun-Alun Kepanjen Jadi Polemik Anggota DPRD, Bupati Malang Sedang Matangkan Proyek
Eko Darmoko June 28, 2026 02:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Tak ingin terus jadi polemik sengit di gedung DPRD Kabupaten Malang terkait rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen, Kabupaten Malang, Bupati Malang, Muhammad Sanusi, akhirnya buka suara.

Ia tak menjelaskan calon lokasinya, namun saat ini sedang dimatangkan, alun-alun itu akan dibangun di mana, di antara tiga lokasi, yang diberikan opsi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

"Sedang di matangkan perencanaannya," tegas Bupati Sanusi, Minggu (28/6/2026), menjawab pro-kontra di kalangan anggota dewan.

Bupati Sanusi belum menjelaskan detail karena tak ingin antar-fraksi di gedung dewan berpolemik, gara-gara mempersoalkan calon letaknya.

Namun, data Bappeda, calon letak alun-alun yang bakal jadi wajah ibu kota Kabupaten Malang itu ada tiga opsi.

Yakni, di belakang Stadion Kanjuruhan atau di baratnya. Dan, satu lagi adalah di antara gedung Islamic Center dengan kantor BPBD, yang ada di seberang jalan depan stadion.

"Memang, ada tiga opsi itu namun sedang dimatangkan."

"Dari tiga opsi itu masing-masing punya plus minusnya," ungkap Sekda Kabupaten Malang, Budiar.

Baca juga: Rencana Mutasi Pemkab Malang dan Realisasi Alun-alun Kepanjen Demi Penuhi Janji Politik

Menanggapi itu, Achmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, langsung melakukan diskusi dengan beberapa anggota dewan.

Salah satunya, dengan Agung Dwi Susanto, anggota dewan dari Fraksi Nasdem.

Hasilnya, menurut Agung, fraksinya bukan menegaskan letaknya di mana calon alun-alun, yang akan dirancang seluas 3 hektare (Ha).

Namun, yang penting, status lahannya aman, bukan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD).

"Sebab, itu akan jadi legacy Pak Bupati, sehingga letak alun-alun itu harus strategis, atau bisa dijangkau dengan mudah dari berbagai arah," ungkap Agung.

Sementara, Kusairi mengaku heran dengan rencana pembangunan alun-alun yang biayanya diperkirakan akan habis sekitar Rp 400 miliar itu.

Selain uangnya masih akan pinjam ke Bank Jatim, lahannya saja belum tersedia, bahkan akan beli.

Namun, yang aneh itu, Pemkab Malang malah memberikan lahan cuma-cuma atau menghibahkan aset lahannya seluas 35 Ha.

Yakni, dibuat calon kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, yang ada di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, yang berjarak 4 km dari pendopo Pemkab Malang, di Kepanjen.

"Kok aneh, bisa ngasih gratis lahan seluas itu namun mau bikin alun-alun saja kebingungan, hingga antar-anggota dewan mau gegeran," pungkasnya.

Baca juga: Gerindra Sebut Alun-Alun Kepanjen Sudah 3 Kali Pindah Lokasi, PDI Perjuangan: Itu Salah Baca RPJMD

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.