James Rodríguez Ukir Sejarah Baru Setelah Pecahkan Rekor Langka Kolombia di Piala Dunia yang Bertahan 28 Tahun
Aurora Nightingale June 28, 2026 03:00 PM

Pada 27 Juni 2026, James Rodríguez menambah satu lagi pencapaian bersejarah dalam karier internasionalnya yang luar biasa dengan menjadi pesepak bola Kolombia dengan jumlah penampilan terbanyak di ajang Piala Dunia FIFA. Ia mencapai rekor tersebut ketika tampil sebagai starter dalam laga terakhir Grup K melawan Portugal.

Hasil imbang tanpa gol di Miami itu memiliki arti besar. Selain memastikan Kolombia finis sebagai juara Grup K dengan tujuh poin dan lolos ke babak 32 besar, pertandingan ini juga menjadi penampilan ke-11 James di Piala Dunia. Catatan itu membuatnya melampaui dua legenda Kolombia, Carlos Valderrama dan Freddy Rincón, yang sebelumnya sama-sama memegang rekor nasional dengan 10 penampilan. Pencapaian ini semakin memperkuat warisan James sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Kolombia, di mana perjalanan Piala Dunianya dimulai lebih dari satu dekade lalu dan pengaruhnya masih terasa kuat hingga kini.

James kini berdiri sendiri dalam sejarah Piala Dunia Kolombia. Penampilannya melawan Portugal menempatkannya di puncak daftar pemain Kolombia dengan penampilan terbanyak di turnamen tersebut. Dengan menjadi starter di ketiga laga fase grup Piala Dunia 2026 melawan Uzbekistan, Kongo (DR), dan Portugal, sang kapten menambah koleksinya dari delapan menjadi 11 penampilan, melewati Valderrama dan Rincón yang masing-masing tampil 10 kali di turnamen 1990, 1994, dan 1998.

Daftar terbaru pemain Kolombia dengan jumlah penampilan terbanyak di Piala Dunia kini adalah:

  • James Rodríguez — 11 penampilan (2014, 2018, 2026)
  • Carlos Valderrama — 10 penampilan (1990, 1994, 1998)
  • Freddy Rincón — 10 penampilan (1990, 1994, 1998)
  • David Ospina — 9 penampilan (2014, 2018)
  • Juan Cuadrado — 9 penampilan (2014, 2018)

Rekor ini menambah daftar panjang prestasi dalam karier internasional James yang terus berkembang. Hingga kini, ia telah mencatatkan 126 penampilan bersama tim nasional Kolombia, setelah memulai Piala Dunia 2026 dengan 123 caps dan menambah tiga lagi selama fase grup. Ia kini menjadi pemain lapangan dengan caps terbanyak dalam sejarah Kolombia dan hanya kalah dari kiper David Ospina dalam jumlah total penampilan.

Dengan 31 gol internasional, James juga masih menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kolombia, di bawah Radamel Falcao.

Perjalanan James di Piala Dunia dimulai pada 14 Juni 2014 ketika ia melakoni debut turnamennya melawan Yunani di Estádio Mineirão, Brasil. Dalam laga tersebut, Kolombia menang 3-0, dengan James bermain penuh selama 90 menit dan mencetak gol pertamanya di masa tambahan waktu untuk menutup kemenangan. Gol itu menjadi awal dari salah satu penampilan individu terbaik pemain Kolombia di ajang Piala Dunia.

Sepanjang turnamen 2014, James mencetak enam gol, mencetak di setiap pertandingan yang dimainkan Kolombia hingga mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Penampilan gemilangnya membuatnya meraih penghargaan Sepatu Emas adidas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dan menempatkannya di jajaran pemain terbaik dunia saat itu.

Enam gol tersebut masih menjadi total gol James di Piala Dunia, meski ia belum mencetak gol pada edisi 2026. Namun, pengaruhnya terhadap permainan Kolombia tetap besar dan terasa di setiap laga.

Perjalanan internasionalnya bahkan dimulai lebih awal, ketika ia melakukan debut bersama tim senior Kolombia pada 11 Oktober 2011. Sejak saat itu, kariernya terus berlanjut di level tertinggi selama lebih dari satu dekade.

Rekor ini tercipta di malam ketika James kembali membuktikan dirinya sebagai jantung kreativitas tim asuhan Néstor Lorenzo. Bermain di posisi antara lini tengah dan serangan melawan Portugal, ia mendominasi penguasaan bola Kolombia dan hampir menciptakan assist pada menit ke-62 melalui umpan terobosan tajam kepada Richard Ríos, yang sayangnya sepakannya hanya melebar tipis.

Kolombia menguasai sebagian besar jalannya pertandingan dengan 55 persen penguasaan bola, 26 percobaan tembakan, dan memaksa kiper Portugal, Diogo Costa, melakukan enam penyelamatan. Davinson Sánchez sempat mengira telah mencetak gol kemenangan dramatis di masa tambahan waktu, namun VAR menganulirnya karena offside tipis, sehingga laga berakhir imbang 0-0.

Hasil ini memastikan Kolombia finis di puncak Grup K dengan tujuh poin setelah sebelumnya meraih kemenangan atas Uzbekistan dan Kongo (DR), sementara Portugal lolos sebagai runner-up dengan lima poin.

Bagi James, laga tersebut menjadi babak baru dalam karier internasionalnya yang sarat pencapaian. Setelah Kolombia gagal lolos ke Piala Dunia 2022, turnamen 2026 ini menjadi ajang kebangkitan di mana sang kapten memimpin negaranya kembali ke babak gugur sekaligus menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian ini juga mencerminkan kemajuan konsisten Kolombia di Piala Dunia. Negara ini kini telah melangkah ke fase gugur empat kali dari tujuh partisipasi mereka—setelah sebelumnya berhasil pada 1990, 2014, dan 2018. Kini, mereka kembali melangkah bersama pemain yang pertama kali memikat perhatian dunia di Brasil 12 tahun lalu, dan kini berdiri sendirian di puncak sejarah sepak bola Kolombia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.