TRIBUNJATIM.COM - Dugaan kelalaian administratif Dinas Pendidikan Kota Batu, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah beredar informasi bahwa seluruh peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dari jenjang SD hingga SMP di daerah tersebut gagal melaju ke tingkat provinsi.
Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam tanggapan publik.
Informasi itu mencuat melalui unggahan akun @olimpiadefolk yang menyebut tidak ada satu pun siswa asal Kota Batu yang lolos ke tahap provinsi pada OSN 2026, melansir dari Kompas.com.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa kondisi itu diduga dipicu oleh kegagalan mengunggah berkas persyaratan pendaftaran peserta sehingga proses administrasi tidak dapat diproses sebagaimana mestinya.
Unggahan itu pun memancing perhatian warganet.
Baca juga: Tim Olimpiade Biologi Indonesia Panen Medali Pada Open International Biology Olympiad 2026
Banyak yang menyayangkan apabila persoalan administrasi benar menjadi penyebab gagalnya para siswa melanjutkan kompetisi, mengingat dampaknya dinilai merugikan peserta didik yang telah mempersiapkan diri mengikuti ajang tersebut.
Terkait masalah ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu angkat bicara.
Disdik membantah keras narasi viral di media sosial yang menuding instansinya melakukan kelalaian fatal dalam proses registrasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.
Disdik menegaskan seluruh berkas administrasi pelajar SD dan SMP se-Kota Batu telah terunggah dengan status lengkap di sistem aplikasi pusat.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, meluruskan bahwa tuduhan kelalaian itu tidak mendasar.
Pihaknya mengantongi bukti digital yang sah dari sistem resmi pelaksana OSN.
Namun, pihaknya membenarkan ketika pengumuman hasil seleksi tingkat provinsi dirilis pada Jumat (26/6/2026) lalu, nama delegasi asal Kota Batu tidak keluar.
Mendapati kejanggalan tersebut, Dindik Kota Batu langsung bergerak melakukan penelusuran berkoordinasi dengan operator tingkat kota, provinsi, hingga operator Kementerian Pendidikan di pusat.
Berdasarkan penelusuran tersebut, ditemukan fakta bahwa eror ini bersifat massal.
"Kondisi hilangnya nama peserta di lembar pengumuman ini ternyata tidak hanya dialami oleh Kota Batu saja, melainkan ada sekitar 12 daerah (kabupaten/kota) lain yang bernasib sama. Saat ini kami bersama pemerintah provinsi terus menuntut kejelasan dan mendesak Kementerian Pendidikan untuk segera mengeluarkan hasil verifikasi perbaikan agar semuanya klir di mata publik," tambah Cahyawisesa.
Baca juga: Bantahan Dindik Kota Batu Lalai Upload Berkas OSN, Pegang Bukti Lengkap & Alami Kendala Sistem Pusat
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengimbau kepada seluruh siswa, guru pembina, dan orang tua murid agar tidak panik dan menahan diri dari opini-opini liar di media sosial.
"Kami mohon kerja samanya untuk bersabar. Saat ini kami terus menjalin komunikasi intensif dengan teman-teman di kementerian pusat. Dokumen fisik, video, hingga pakta integritas semua sudah lengkap dikirim. Fokus kami saat ini bukan mencari siapa yang salah atau benar, melainkan mendesak pusat memberikan solusi konkret agar lima peserta terbaik di tiap mata pelajaran dari Kota Batu tetap mendapatkan haknya mewakili daerah ke OSN Tingkat Provinsi," pungkas Alfi.