BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Harga LPG 3 kilogram saat ini masih tidak menentu, bahkan ada yang sampai Rp 38 ribu dan untuk mendapatkannya juga sulit.
Sebagian pedagang ada yang sudah memiliki langganan pembeli sehingga tidak bisa menjual kepada masyarakat umum, jika ada juga jumlahnya tidak banyak.
Hal ini disampaikan Yuni salah satu warga kelurahan Sungai Malang, dirinya mengaku memiliki LPG 3 kilogram dan 5,5 kilogram. Jika sulit mendapatkan yang LPG 3 kilogram sementara dirinya menggunakan yang 5,5 kilogram.
“Kemarin ada saat jalan sore melihat pedagang yang menjual LPG 3 kilogram, langsung saya singgah dan menanyakan apakah masih ada, saya langsung memesan satu dan mengambil tabung kosong di rumah langsung menukarnya dengan yang baru, karena di tempat langganan kosong,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Harganya memang lebih mahal yaitu Rp 38 ribu, harga ini jauh lebih tinggi yang biasanya hanya Rp 27 ribu di eceran.
Yuni mengaku tetap membeli meskipun harganya lebih mahal karena lumayan bisa untuk tiga minggu kebutuhan di rumah.
Baca juga: Banyak Kursi Tak Terisi, Ombudsman Kalsel Sarankan Kuota Jalur Afirmasi SPMB Dievaluasi
Belum lama ini Komisi II DPRD Kabupaten HSU menggelar rapat kerja bersama jajaran eksekutif, agen, dan pihak terkait untuk membahas persoalan kelangkaan serta tingginya harga LPG 3 kilogram yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD HSU H. Mukhsin Haita mengatakan kelangkaan dan tingginya harga LPG subsidi ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Komisi II juga meminta data terkait kuota LPG 3 Kg yang telah diterima Kabupaten HSU sepanjang tahun berjalan, termasuk jumlah realisasi penyaluran dan sisa kuota yang masih tersedia.
Menurutnya, apabila kuota yang ada dinilai kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pemerintah daerah dapat mengupayakan penambahan kuota kepada pihak terkait.
Dalam kesempatan tersebut, H. Mukhsin Haita juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi LPG subsidi hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini dinilai masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan, khususnya Kecamatan Paminggir dan daerah lainnya.
Kepala Diskuperindag HSU Kamarudin memaparkan berdasarkan data realisasi penyaluran LPG 3 Kg hingga Mei 2026, jumlah tabung yang telah disalurkan mencapai 860.680 tabung atau sekitar 46,43 persen dari total kuota tahunan.
Adapun kuota LPG 3 Kg yang dialokasikan untuk Kabupaten HSU selama tahun 2026 sebanyak 1.853.333 tabung. Dengan demikian, masih tersedia sisa kuota sebanyak 992.653 tabung yang akan disalurkan hingga akhir tahun.
Komisi II DPRD HSU mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi LPG subsidi agar menjalankan mekanisme penyaluran sesuai aturan yang berlaku. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)