Cerita Warga Sragen Masak Pakai Minyakita Berbau Solar, Nasi Goreng dan Tahu Bakso Jadi "Nyegrak"
raka f pujangga June 28, 2026 06:55 PM

 

 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Ratusan warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, mendadak mendatangi kantor desa dengan membawa kemasan Minyakkita berukuran satu liter, Minggu (28/6).

Kedatangan warga berbondong-bondong ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu keresahan akibat bantuan minyak goreng subsidi tersebut diduga berbau menyengat mirip minyak tanah dan solar hingga merusak rasa masakan.

Bantuan minyak goreng Minyakkita yang diduga berbau minyak tanah dan solar kini mulai muncul di Kabupaten Sragen, Minggu (28/6). 

Baca juga: Pedagang Sembako di Purwokerto Heran Minyak Bersubsidi Langka Usai Harga Minyak Goreng Mahal 

Hal itu membuat warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Gading. 

Sejak pagi, warga dari berbagai dukuh di Desa Gading berdatangan dengan membawa kemasan Minyakkita berukuran satu liter. 

Minyak goreng tersebut kemudian ditukar dengan produk baru bermerek sama yang disiapkan petugas lapangan Bulog di Kecamatan Tanon.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, proses penukaran berlangsung di lorong Kantor Desa Gading. Warga yang datang terlebih dahulu didata oleh perangkat desa sebelum menerima minyak pengganti.

Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Gading, Yuli Cahyono, mengatakan penukaran dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai minyak goreng bantuan yang diduga berbau minyak tanah dan solar.

"Beredar di medsos, saya inisiatif menghubungi pihak Bulog Tanon, untuk dilakukan penukaran migor," kata Yuli, Minggu (28/6).

Menurutnya, terdapat sekitar 633 warga Desa Gading yang menerima bantuan minyak goreng tersebut. Hingga Minggu siang, sedikitnya 83 penerima manfaat telah datang ke kantor desa untuk menukarkan minyak goreng yang diterima.

"Sudah ada puluhan penerima manfaat yang mengembalikan dan menukar migor itu dengan yang baru," ujarnya.

Hasil Masakan Jadi Tak Enak

Seorang warga Dukuh Karang, Desa Gading, Iswarni (46), mengaku sempat menggunakan minyak goreng bantuan yang diterima ibunya, Sanikem (82), untuk memasak setelah mendengar cerita dari tetangga mengenai aroma yang tidak biasa.

"Saya sudah coba gunakan minyak goreng itu, dan hasilnya rasanya aneh," kata Iswarni.

Ia menggunakan minyak tersebut untuk menggoreng nasi goreng dan tahu bakso. Namun, hasil masakannya justru memiliki rasa yang berbeda dari biasanya.

"Saya coba buat masak nasi goreng sama tahu bakso, rasannya gak enak, di lidah kaya kering, tenggorokan nyegrak," katanya.

Iswarni mengaku awalnya penasaran setelah mendengar keluhan warga lain mengenai aroma minyak goreng tersebut.

Baca juga: Awas Minyakita Berbau Solar, Setelah Wonogiri Kini Ditemukan di Sragen

"Tahunya dari tetangga, kemudian saya penasaran dan saya cobain dan rasannya tidak enak," pungkasnya.

Pemerintah desa bersama Bulog kini terus melayani penukaran minyak goreng bagi warga penerima bantuan yang mengalami keluhan serupa.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh minyak goreng yang layak dikonsumsi sekaligus merespons cepat keresahan yang muncul di tengah warga. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.