Apresiasi Guru Ngaji, Pemkab Nganjuk Salurkan Insentif Rp1 Juta untuk 7.654 Guru TPQ dan 435 Hafiz
Sudarma Adi June 28, 2026 06:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dalam memperhatikan kesejahteraan para pendidik keagamaan terus dibuktikan secara nyata.

Sebanyak ribuan guru Taman Pendidikan Alquran (TPA/TPQ) serta Huffazh (penghafal Alquran) di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk menerima kucuran dana insentif pada Sabtu (27/6/2026).

Penyerahan bantuan kesejahteraan tersebut diberikan secara simbolis di sela-sela agenda Apel Pembinaan Guru TPA/TPQ dan Huffazh yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menegaskan bahwa keberadaan para guru ngaji, ustadz, dan ustadzah menempati posisi yang sangat strategis dalam roda pembangunan daerah.

Baca juga: Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Nganjuk, Korban Diiming-imingi Skincare, Modus Pelaku Terbongkar

Menurutnya, mustahil bagi birokrasi pemerintah untuk menciptakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul tanpa adanya sentuhan spiritual dari para pendidik Alquran.

"Pemerintah daerah tentu memiliki keterbatasan tersendiri dalam memberikan sentuhan pendidikan agama secara langsung ke lapisan masyarakat bawah. Karena itu, kami merangkul Kementerian Agama, pondok pesantren, madrasah diniyah, hingga jajaran guru ngaji untuk bersama-sama bergerak membangun Nganjuk yang religius dan bermartabat," ungkap Kang Marhaen, Sabtu (27/6/2026).

Total Anggaran dan Rincian Penerima

Berdasarkan data berkas resmi dari bagian kesejahteraan rakyat, total penerima manfaat pada program berkala ini menyasar kepada 7.654 guru TPA/TPQ dan 435 orang Huffazh se-Kabupaten Nganjuk. Masing-masing dari mereka mendapatkan dana insentif tunai sebesar Rp1.000.000.

"Mari kita terus merawat dan menjaga api semangat mengajar di tengah dinamika tantangan zaman yang semakin berat. Apa yang bapak dan ibu lakukan di ruang-ruang kelas TPQ bukan sekadar mengajarkan teknik mengeja bacaan Al-Qur'an, tetapi jauh di atas itu, ada investasi besar berupa penanaman nilai kejujuran, disiplin, akhlakul karimah, serta nilai moral," tuturnya di hadapan ribuan peserta apel.

Kang Marhaen juga memotivasi para pendidik dengan mengingatkan bahwa ilmu yang disalurkan secara tulus akan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir tanpa putus. Ia meyakini, dari sekian banyak santri yang saat ini dibimbing, kelak akan lahir figur-figur pemimpin bangsa dan daerah yang membawa gerak perubahan positif bagi masa depan Kabupaten Nganjuk.

Siapkan Beasiswa Khusus Bagi Anak Guru Ngaji

Tidak hanya terpaku pada skema pemberian insentif tunai, Pemkab Nganjuk juga telah menyusun cetak biru (blueprint) jaring pengaman sosial tambahan untuk menjaga keberlangsungan masa depan keluarga para guru ngaji.

Salah satu program unggulan yang turut disosialisasikan dalam kesempatan tersebut adalah penyediaan slot beasiswa pendidikan khusus yang diperuntukkan bagi putra-putri kandung para guru TPA/TPQ dan Huffazh di Nganjuk.

Langkah intervensi ini diharapkan mampu meringankan beban domestik dapur para guru Al-Qur'an sekaligus memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan formal.

"Pemerintah daerah akan terus berupaya secara maksimal untuk menaikkan eskalasi perhatian dan fasilitas terhadap para guru TPA/TPQ serta Huffazh secara bertahap, disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi kesehatan keuangan daerah kita," pungkas Kang Marhaen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.