Pesan Wali Kota Yogya Hasto Wardoyo untuk Generasi Muda: Bekerja Sekeras Mungkin sebelum 40 Tahun
Yoseph Hary W June 28, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill mereka. 

Kedua aspek tersebut harus dimiliki secara seimbang, sebagai bekal utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang dewasa ini semakin kompetitif.

​Pesan tersebut disampaikannya, saat didapuk menjadi narasumber dalam Seminar Career Development yang digelar di Gedung AR Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (27/6/26).

Soft skill dan hard skill harus seimbang 

​Hasto menilai, seseorang yang hanya unggul dalam salah satu aspek saja akan mengalami kesulitan yang cukup berarti ketika memasuki dunia profesional.

​"Soft skill dan hard skill harus berjalan beriringan. Kalau hanya bagus salah satunya tidak akan maksimal. Misalnya soft skill bagus tetapi tidak didukung hard skill yang baik, tentu akan sulit bersaing. Begitu juga sebaliknya, hard skill yang hebat tetapi tidak mampu berkomunikasi, bekerja sama, atau membangun relasi juga akan menjadi kendala dalam dunia kerja," ujarnya.

​Lebih lanjut, Wali Kota mengatakan bahwa perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut generasi muda untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kapasitas diri. 

Mengingat ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, mahasiswa wajib memiliki kemauan untuk belajar sepanjang hayat supaya tidak tertinggal.

​Selain kompetensi, ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter sebagai modal utama pemimpin masa depan, dengan nilai-nilai seperti integritas, disiplin, serta tanggung jawab.

​Harapannya, generasi muda mampu dan berani menciptakan berbagai inovasi sekaligus solusi, bukan sekadar penonton di tengah pesatnya perubahan dunia kerja.

​"Sebagai anak muda jangan pernah berhenti berinovasi. Teruslah menciptakan sesuatu yang baru, memberikan solusi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," pesannya.

​Dalam kesempatan yang sama, mantan Kepala BKKBN RI tersebut turut memberikan pandangan mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak usia dini. 

Kerja keras, pendapatan jangka panjang

Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan usia produktif dengan bekerja keras, membangun kompetensi, dan mulai mempersiapkan sumber pendapatan jangka panjang.

​Ia mengungkapkan, masa sebelum usia 40 tahun merupakan periode emas untuk bekerja keras dan mengembangkan berbagai peluang usaha maupun investasi.

​"Sebelum usia 40 tahun, bekerjalah sekeras mungkin. Bangun kemampuan, bangun karier, bangun usaha. Tujuannya agar ketika memasuki usia yang lebih matang kita sudah memiliki passive income," ucapnya

"Jadi, tidak lagi hanya bergantung pada penghasilan aktif," ungkapnya. Kalau umur 50 tahun belum bebas finansial, berarti ada yang perlu dievaluasi dalam perjalanan hidup kita," tambah Hasto.

​Sementara, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMY, Muhammad Faris Al-Fadhat, menyatakan bahwa Seminar Career Development ini menjadi agenda strategis bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri hadapi tantangan masa depan.

​Wali Kota Yogyakarta pun dipilih sebagai narasumber karena rekam jejak dan pengalaman kepemimpinannya yang dinilai mampu memberikan inspirasi nyata bagi mahasiswa.

​"Karena itu kami mengundang Pak Hasto sebagai narasumber. Sepak terjang beliau selama memimpin, lalu pengalaman yang dimiliki, menjadi inspirasi berharga bagi mahasiswa," pungkasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.