SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Adi Swandono, sopir bus yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan Wayan Dwi Kurniawan meninggal dunia, sempat kabur melarikan diri.
Warga Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur itu sempat melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Muratara karena merasa tidak menabrak korban.
Wayan meninggal dunia dengan kondisi luka parah di kepala terlindas roda bus yang dikendarai Adi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Kosgoro di areal antrean truk solar SPBU Bukit Beton, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kejadian nahas tersebut bermula saat Wayan dari PT KIS Kabupaten Muratara hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang.
Baca juga: Breaking News : Kecelakaan Maut di Kertapati Palembang, Ibu dan Anak Meninggal Terlindas Truk
Setiba di lokasi dekat SPBU terjadi antrean BBM panjang hingga memakan bahu jalan. Akibatnya motor yang dikendarai oleh Wayan bersenggolan dengan mobil hingga membuatnya terjatuh.
Sementara dari arah berlawanan atau dari arah Kota Lubuklinggau datang mobil Bus PO Bagong melintas hendak menuju Kabupaten Muratara.
Seketika itu Wayan terlindas dan meninggal dunia di tempat.
"Jadi Wayan itu mau pulang dari PT KIS sampai di lokasi kejadian karena ramainya antrean BBM itu motornya nyenggol mobil dan terjatuh," ungkap Sahlin, keluarga korban, pada Sripoku.com Minggu (28/6/2026).
Seketika itu saat terjatuh datang mobil bus dari arah Kota Lubuklinggau hendak menuju Kabupaten Muratara melindasnya.
Menurut Ilin, penyebab kecelakaan Wayan karena ramainya mobil mengantre BBM di SPBU Bukit Beton sehingga kondisi jalan menjadi menyempit.
"Karena kondisi jalan menyempit itu membuat korban saat melintas nyenggol mobil dan jatuh lalu dilindas," ungkapnya.
Sahlin menambahkan pasca kejadian korban langsung dibawa ke rumah duka, kemudian langsung dimakamkan.
"Keluarga masih tidak percaya, karena Wayan itu baru saja melangsungkan lamaran dan rencana nikah bulan 9 (September)," ujarnya.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalintim Banyuasin, Wanita Pengendara Motor NMax Meninggal Terjepit Dua Truk
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim mengatakan bila kecelakaan tersebut diperbatasan wilayah Muratara dan Musi Rawas.
Namun, untuk TKP masuk wilayah Kabupaten Musi Rawas, termasuk kemarin mobil bus yang terlibat kecelakaan ini sekarang sudah diserahkan ke Polres Muratara.
"Sempat lari oleh anggota Polres Muratara langsung distop saat melintas di wilayah Maur, karena masuk wilayah Musi Rawas akhirnya kita serahkan ke Polres Mura," ungkapnya.
Adi yang merupakan sopir bus sempat melanjutkan perjalanan, sebelum akhirnya distop dan dihentikan oleh anggota Polisi Satlantas Muratara dan selanjutnya diserahkan ke Polres Musi Rawas (Mura).
Adi saat diinterogasi Polres Muratara mengaku alasan melanjutkan perjalanan dan tidak berhenti karena merasa tidak bersalah.
"Saya (terus) tidak merasa menyerempet tidak (nabrak)," kata Adi saat diinterogasi Polisi Muratara.
Adi mengaku saat kejadian sempat melihat dari spion mobilnya ada dua pengendara motor terlibat kecelakaan di lokasi tersebut.
"Saya lihat di belakang melalui spion melihat ada sepeda motor dua, Saya lihat itu kecelakaan saya kira tidak ada hubungannya dengan saya," ulangnya lagi.
Adi mengatakan kemungkinan korban terlibat kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan lain, baru korban jatuh dan terserempet mobilnya.
"Dia (korban) laka dulu baru lari ke bus aku (tabrak). Dia laka dulu dengan sepeda motor baru kena mungkin kena ini (ban mobil)," ungkapnya.