Mayoritas Warga Desa Tuik Punya Kebun Durian, Saat Musim Jadi Rezeki Tahunan Beli Motor dan Tanah
Ardhina Trisila Sakti June 28, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Musim durian yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak beberapa waktu terakhir memberikan keberkahan tersendiri bagi masyarakat.

Tak terkecuali bagi warga Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Desa yang memiliki sekitar 230-an kepala keluarga tersebut menjadi salah satu desa penghasil durian yang kebanjiran rejeki tatkala musim durian tiba.

Apalagi, sebagian besar warga di sana mempunyai pohon durian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Tuik, Sudrajat.

“Kalau di Desa Tuik ini, hampir rata-rata warga punya batang durian, sekitar 65 persen itu ada batang durian,” kata Sudrajat, Minggu (28/6/2026).

Di musim durian seperti ini, banyak warga Desa Tuik yang mengalami peningkatan perekonomian. Bahkan kata kades, ada warga yang bisa membeli motor, beli tanah dan berangkat umroh.

20260628 Kepala Desa Tuik, Sudrajat
Kepala Desa Tuik, Sudrajat

Oleh karena itu, sektor perkebunan durian di Desa Tuik tersebut dianggap cukup potensial. Akan tetapi, hal tersebut menurutnya masih jarang terekspos ke masyarakat yang lebih luas.

Apalagi, sebagian besar durian lokal di Desa Tuik tersebut belum memiliki nama sehingga menjadi salah satu tantangan untuk pemasaran.

“Memang sebagian besar di Desa Tuik ini, masyarakat belum memberi nama duriannya. Biasanya nanti diberi nama kalau pas ada lomba atau kontes durian,” jelasnya.

Kendati belum memiliki nama, cita rasa durian lokal dari Desa Tuik tersebut boleh diadu dengan durian lainnya, termasuk jenis premium. Seperti yang diungkapkan oleh Faris, salah satu penikmat durian.

Dia menyebut, karakter durian lokal Desa Tuik sangat luar biasa dari segi tekstur dan rasa.

“Saya menemukan bahwa durian di Desa Tuik ini sangat cocok banget untuk lidah saya,” ujar Faris.

Menurutnya, beberapa jenis durian ada yang terasa sangat lumer di bagian dalam dan sensasi krispi di bagian luar dagingnya.

Tak hanya itu, durian-durian yang warnanya tampak putih pucat juga justru tak kalah nikmatnya. 

“Manisnya pas, tidak terlalu manis dan gasnya kurang, jadi gampang ketagihan dan enggak gampang bosan,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurutnya tidak berlebihan jika durian Desa Tuik tersebut dapat bersanding dengan durian-durian yang sudah ternama.

“Duriannya itu dagingnya tebal, terus bijinya kecil, jadi ini menunjukkan kalau durian di Desa Tuik ini sangat berkualitas,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.