Identitas Pemuda Korban Meninggal Dunia Saat Kebakaran 3 Rumah di Maasing Manado, Ambil Kunci
Alpen Martinus June 28, 2026 07:38 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kebakaran dua rumah di Kelurahan Maasing, Lingkungan 4, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/6/2026) pagi, meninggalkan luka mendalam.

Kebakaran tersebut tak hanya menyebabkan kerugian materi, tapi juga menelan korban jiwa.

Seorang pemuda bernama Abdul Patamani (22) meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Fakta Kebakaran 5 Rumah di 2 Kelurahan Kota Manado Pagi Tadi, Seorang Pemuda Meninggal

Tiga rumah yang terbakar milik keluarga Yusuf Ota dan Keluarga Mengko - Mongula.

Abdul adalah kerabat dari keluarga Yusuf Ota.

Keaseharian korban adalah sopir angkutan kota.

Penyebab kebakaran diduga korsleting. 

Saat Tribun tiba di lokasi kebakaran Minggu pagi, terlihat kumpulan warga di depan rumah yang terbakar. 

Semua membicarakan tewasnya Abdul yang tragis. 

Seorang pria yang memakai baju coklat dan bercelana pendek hitam. 

Ia mengaku kematian Abdul membawa kesedihan bagi keluarga serta warga sekitar. 

Informasi yang dihimpun Tribunmanado.com, saat kejadian itu, Abdul sudah dibangunkan dan diajak untuk keluar rumah. 

Ia pun sempat berada di luar.

Namun entah bagaimana kembali lagi ke dalam. 

"Katanya mau ambil kunci kendaraan," kata Vasco seorang warga. 

Tampaknya tak ada yang memperhatikan Abdul masuk dan tidak keluar lagi. 

Keberadaan Abdul nanti diketahui saat rumah tersebut diperiksa usai kebakaran. 

Jasadnya ditemukan disalah satu bagian dalam rumah. 

Ketua Lingkungan 4 Ahmad menuturkan, Abdul berprofesi sebagai sopir. 

Ia sering membawa angkot. 

"Namun sering juga membawa mobil biasa," katanya.

Sempat dibawa ke RS Bhayangkara, Abdul kemudian dimakamkan di TPU Tuminting. 

Oma Fatma Korban Selamat

Kisah penyelamatan dramatis seorang lansia bernama Fatma. 

Cerita Ahmad, Ketua Lingkungan 4, Fatma yang berumur 69 tahun, selamat setelah nyebur di bak air. 

"Dia selamat setelah nyebur di sana," kata dia.

Ungkap dia, tubuh Fatma terbilang kecil dan renta. 

Sementara bak itu cukup besar. 

Secara teori, ia bisa saja kelelep. 

"Namun Fatma selamat dengan bertahan di air dan menyiram nyiram air pada tubuhnya," katanya. 

Dikatakannya, Fatma mengalami sedikit luka bakar. 

Ia kini dirawat di RS Pancaran Kasih. 

"Keadaannya baik-baik saja," katanya. 

Kebakaran kembali terjadi di kota Manado, provinsi Sulut. 

Sebanyak dua rumah di Kelurahan Maasing, Lingkungan 4, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, dilalap si jago merah,

Minggu (28/6/2026) sekira pukul 04.00 Wita.

Seorang pemuda bernama Abdul (22) meninggal dunia dalam kejadian tersebut. 

Korban lainnya adalah Fatma. 

Ia berhasil selamat meski alami luka bakar di beberapa bagian tubuh. 

Tribunmanado.com sambangi lokasi tersebut, Minggu sekira pukul 08.00 Wita. 

Suasana ramai. 

Warga memenuhi lorong depan dua rumah yang terbakar. 

Bau angus masih tercium. 

Hawa panas masih menyengat kulit. 

Air dari pemadam masih menggenangi beberapa titik aspal yang melapisi jalan. 

Rumah yang terbakar tampak porak poranda. 

Police line terpasang depan pagar.

Seorang anggota keluarga tampak berada depan rumah pertama yang kebakaran. 

Tampak ia menelepon seseorang nun di sana. Ekspresinya sedih. Matanya basah. 

Ahmad, ketua lingkungan 4 mengatakan, kebakaran terjadi pada Minggu sekira 04.00 Wita. 

Ia menyebutkan korban yang meninggal adalah kerabat pemilik rumah. 

Dia pemuda yang sehari harinya jadi sopir angkot. 

"Dia dibawa ke RS Bhayangkara," katanya. 

Sementara lansia yang alami luka bakar jalani perawatan di RS Pancaran Kasih. (ART)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.