MANGGAR, BABEL NEWS - Memasuki masa libur sekolah tahun 2026, masyarakat Belitung Timur diimbau tidak perlu terburu-buru merencanakan liburan ke luar daerah. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur memastikan wisata lokal siap memanjakan para pelajar dan keluarga disertai konsep ramah kantong.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir menjelaskan, mayoritas liburan favorit saat ini adalah healing tourism, di mana kenyamanan, ketenangan, dan kebersamaan menjadi kunci utama.
"Sebenarnya kita sudah banyak menyiapkan destinasi hari ini. Kami juga menggelar pekan mingguan di destinasi wisata yang sudah mulai berjalan di beberapa tempat, salah satunya di Pantai Punai," ujar Yulhaidir, Jumat (26/6).
Yulhaidir mengatakan, liburan dalam daerah menawarkan alternatif yang jauh lebih memungkinkan untuk rombongan keluarga. Keberadaan fasilitas penunjang seperti homestay lokal dan rumah makan kini lebih bersahabat dari segi harga.
"Dengan konsep low cost, tempat tinggal seperti homestay di kita sekarang jauh lebih nyaman dan harganya sangat bersahabat bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama," ucapnya.
Menariknya, momen libur sekolah kali ini bertepatan pada musim buah-buahan lokal di Belitung Timur, satu di antaranya buah durian. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri yang bisa dikolaborasikan menjadi paket wisata.
Kawasan Pantai Burung Mandi di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar menjadi satu di antara titik yang direkomendasikan. Destinasi ini jarang sepi pengunjung karena menawarkan perpaduan kuliner pantai dan kedekatan ke kebun buah.
"Di Desa Burung Mandi, selain bisa menikmati pantai dan makanan laut, saat ini juga lagi musim buah-buahan seperti durian. Jadi, warga bisa jalan-jalan ke pantai sekaligus berburu durian," ungkapnya.
Tak hanya itu, Disbudpar juga mengoptimalkan wisata edukasi dan sejarah bagi para pelajar. Beberapa cagar budaya dan desa budaya disiapkan menjadi tempat belajar yang interaktif di luar jam sekolah.
Para siswa dapat mengunjungi warisan religi serta situs replika SD Laskar Pelangi. Tak hanya itu, beberapa desa budaya seperti Desa Lalang juga membuka pintu bagi para pelajar yang ingin mengenal lebih dekat kesenian lokal.
"Di desa budaya, anak-anak sekolah bisa memanfaatkan waktu libur untuk belajar hadrah, seni pantun, kerajinan tangan, hingga belajar memukul gendang. Informasi dan pilihan objek alternatif ini semuanya sudah kami rangkum secara digital di platform Inspiring Belitung Timur," katanya.
Bagi yang ingin berburu oleh-oleh atau produk ekonomi kreatif, Disbudpar merekomendasikan kawasan Kampung Baru yang menyediakan ragam produk kerajinan dan UMKM lokal yang bisa dikunjungi wisatawan.
Sebagai jaminan, Yulhaidir akan berupaya terus menjaga kebersihan fasilitas di setiap objek wisata. Mereka akan turut menggandeng DLH dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tiap desa agar tercipta kenyamanan pengunjung selama musim liburan panjang ini.
"PR kami saat ini adalah menjaga dan memberikan dukungan kenyamanan, terutama kebersihan tempat dan kebersihan WC. Ini menjadi kerja bersama kami dengan dinas lain serta kawan-kawan Pokdarwis di lapangan juga," pungkasnya. (z1)
Minta Pengunjung Waspada
MASA libur sekolah di Kabupaten Belitung Timur tahun ini bertepatan akan datangnya siklus musim angin selatan. Kondisi ini membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat mengeluarkan imbauan khusus terkait faktor keselamatan di objek wisata pesisir.
Angin kencang tidak hanya memicu gelombang tinggi di beberapa titik pantai, tetapi juga memengaruhi kondisi air laut yang menjadi kurang ideal untuk aktivitas bawah air.
Kepala Disbudpar Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir mengingatkan masyarakat dan wisatawan, terutama para orang tua yang membawa anak-anak sekolah, untuk waspada saat mengunjungi destinasi pantai. "Yang pertama harus diperhatikan kalau musim selatan ini adalah faktor safety-nya. Tolong lihat situasi, carilah tempat-tempat yang paling aman dan terlindung," ujar Yulhaidir.
Yulhaidir menyarankan agar wisatawan memilih kawasan pemandian pantai yang lokasinya berada di area pinggiran teluk karena gelombangnya cenderung lebih tenang dan aman dari arus kuat. Sebaliknya, untuk kawasan-kawasan pantai yang berhadapan langsung pada laut lepas dan areanya terbuka, Disbudpar meminta agar pengunjung menahan diri dan tidak berenang.
"Untuk kawasan yang lepas pantai dan agak lebih terbuka, kami minta sementara ini jangan mandi dulu lah. Sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak sekolah yang sedang berlibur," katanya.
Dampak lain musim selatan ini adalah terhambatnya aktivitas wisata menyelam. Angin kencang membuat air laut tidak tenang sehingga warnanya berubah menjadi cukup keruh di beberapa kawasan. "Kalau musim selatan, untuk aktivitas diving memang kurang memungkinkan karena warna lautnya agak cukup keruh, jadi tidak bisa maksimal. Tapi wisata kita yang lain kan masih banyak," ucap Yulhaidir. (z1)