TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Sebuah rumah milik Watini, warga Dusun Ngasem Desa Rejomulyo Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, ludes dilalap api pada Minggu (28/6/2026). Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.18 WIB. Setelah menerima laporan dari seorang warga bernama Riski, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik yang terjadi di salah satu kamar rumah korban.
"Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di area kamar. Saat kejadian pemilik rumah baru selesai mandi, kemudian mendengar suara letusan dari kamar sebelah. Ketika dicek, api sudah membakar ruangan tersebut," jelas Kaleb.
Baca juga: Ricuh Saling Lempar Batu Rombongan Pesilat di Pakel Tulungagung, Kaca Mobil Resmob Polres Pecah
Api dengan cepat membesar sehingga menghanguskan sebagian besar bangunan rumah. Untuk mempercepat penanganan, petugas menerjunkan satu unit armada Damkar Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter, satu unit Damkar 06 berkapasitas 4.000 liter, serta mendapat bantuan satu unit mobil pemadam dari Kota Kediri.
Petugas kemudian melakukan proses pemadaman sesuai standar operasional prosedur. Setelah bekerja selama lebih dari dua jam, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan di sekitar lokasi.
Kaleb menyebut, akibat kejadian tersebut kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
"Api berhasil dipadamkan sesuai SOP. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah agar kejadian serupa tidak terulang," kata Kaleb.
Berdasarkan data petugas, tidak ada korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Setelah api dipastikan padam, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)