Kudus, Jawa Tengah (ANTARA) - Tim all-stars Kudus mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars setelah mengalahkan tim Jakarta 4-3 pada final MLSC All-Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu.
Kudus memenangkan partai pamungkas turnamen sepak bola putri U12 dan U14 itu melalui drama adu penalti setelah laga waktu normal 2x20 menit berlangsung imbang tanpa gol atau 0-0.
Pelatih all-stars Kudus Yayat Hidayat memuji kemampuan anak-anak asuhannya yang telah menunjukkan semangat bekerja keras selama pertandingan di partai pamungkas.
Meski tidak ada penyelesaian akhir yang maksimal untuk menghasilkan gol, dia melanjutkan, para pemain telah menjalankan rencana permainan dengan baik untuk mengendalikan permainan.
"Para pemain menjalani masa persiapan yang cukup serius melalui program latihan intensif sehingga sangat membantu kami menghadapi turnamen ini termasuk pertandingan final ini," kata Yayat.
Dia menambahkan, sebelum laga final, timnya telah menyiapkan penendang-penendang unggulan tim untuk mengantisipasi terjadinya adu penalti, sehingga meskipun ada satu pemain yang gagal mengeksekusi penalti, empat penendang lainnya bisa sukses membobol gawang.
Sementara itu, pelatih tim all-stars Jakarta Arifin mengatakan bahwa salah satu kekurangan timnya yang berdampak pada kekalahan dalam laga itu adalah tidak mengantisipasi terjadinya adu penalti.
Para pemainnya, Arifin melanjutkan, mengeksekusi penalti dalam kondisi mental yang belum siap karena tidak dipersiapkan sebelumnya.
"Jujur tidak ada persiapan sama sekali. Bahkan tadi pada saat saya memilih penendang, tidak ada yang siap, bahkan sampai ada yang menangis," tutur dia.
Meski demikian, Arifin mengaku puas dan bangga dengan perjuangan anak-anak asuhannya yang bisa mengimbangi bahkan memberikan perlawanan ketat terhadap Kudus selama pertandingan.
Dia menjelaskan bahwa lini pertahanan timnya sangat terdampak cedera bek andalan Andien Syahkira yang membuatnya harus diganti pada babak kedua.
Namun, mereka terus menahan gempuran tuan rumah dan berani menyerang hingga memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
"Walaupun agak kurang dengan permainan dan juga dengan hasilnya, tapi saya sangat bangga dengan pemain saya." kata Arifin.





