Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong percepatan Optimasi Pengembangan Lapangan(OPL) Arun dan South Lhoksukon (SLS) di wilayah kerja B, Aceh Utara, yang dioperatori oleh Pema Global Energi (PGE).
Percepatan dan kinerja yang sesuai rencana dinilai penting, sebagai upaya menjaga produksi lapangan dan pendapatan daerah.
Beberapa hari lalu, tim BPMA juga sudah turun ke lapangan sebagai langkah monitoring, guna memperoleh gambaran terkini, terkait Production Sharing Contract (PSC) dan pelaksanaan pengembangan lapangan Arun & South Lhoksukon.
Selaku regulator, mereka memastikan kesesuaian antara rencana pengembangan yang telah disetujui dengan realisasi pelaksanaan di lapangan.
Tim BPMA yang turun dipimpin oleh Wakil Kepala Nizar Saputra. Lalu ada Deputi Perencanaan Muhammad Makmun, serta Pengendali Program dan Anggaran Pondra Pradypta.
Mereka disambut oleh Manajemen Pema Global Energi PGE yang terdiri atas General Manager Andika Mahardika, Subsurface Manager Wiendra Faridsyah, Field Manager Ruzi Abdul Muis, HSE Manager Irwanda Jalil, serta Manager Tim Facility and Engineering.
Tim BPMA melakukan pengecekan langsung terkait pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), Gas Processing Facility (GPF).
Proyek ini direncanakan akan dapat onstream (beroperasi) pada 2027 nanti.
Baca juga: Gas Raksasa Aceh di Laut Dalam, Mengapa BPMA Dibatasi 12 Mil
Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, Minggu (28/6/2026) menyampaikan, pentingnya percepatan pelaksanaan seluruh program strategis yang telah disepakati, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, serta prinsip tata kelola yang baik.
"BPMA mendukung penuh seluruh upaya peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja B ini, guna memastikan keberlanjutan produksi serta pemenuhan kebutuhan feed gas untuk fasilitas pengolahan yang sedang dikembangkan,” ujarnya.
“Melalui monitoring ini, kami ingin memperoleh pemahamanyang lebih komprehensif terkait berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan dapat berjalan efektif sehingga target proyek dapat dicapai sesuai rencana," sambung Wakil Kepala BPMA ini.
Diharapkan pengembangan lapangan gas Arun dan South Lhoksukon ini dapat meningkatkan penerimaan negara, mendukung ketahanan energi nasional ,dan pertumbuhan ekonomi di Aceh.(*)