Tak Sekadar Filantropi, BRI Bandung Salurkan 500 Paket Sembako Lewat Dua Gereja Besar
ferri amiril June 28, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Di balik riuh rendah aktivitas ekonomi Kota Bandung yang dinamis, selalu ada ruang bagi kisah-kisah humanis yang menyentuh hati. Hubungan antara sebuah lembaga perbankan dan nasabahnya kini tak lagi sekadar dihitung dari angka-angka di atas kertas digital atau kelancaran arus transaksi keuangan. Lebih dari itu, ada ikatan emosional yang tumbuh subur melalui kepedulian nyata di dunia nyata.

Hal itulah yang baru-baru ini digelar oleh BRI Region 9 Bandung. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli yang bertajuk "Berbagi Kasih Bersama BRI", bank berpelat merah ini turun ke masyarakat pada Jumat (26/6/2026).

Kali ini, misi mereka adalah menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat rentan dan jemaat di sekitar wilayah operasional mereka.

Aksi sosial ini tidak berjalan secara acak. Distribusi bantuan sengaja disalurkan langsung melalui dua lembaga keagamaan besar yang telah lama berakar di Kota Bandung, yaitu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Konferens Jawa Barat dan Gereja Bala Keselamatan Korps Bandung.

Menariknya, kedua institusi ini bukan sekadar nama asing bagi BRI. Mereka adalah nasabah loyal sekaligus mitra strategis yang telah lama berjalan beriringan bersama BRI dalam berbagai dinamika perbankan.

"Bagi kami, Gereja Advent dan Gereja Bala Keselamatan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi merupakan mitra strategis dan nasabah setia yang telah lama bertumbuh bersama BRI," ujar Pemimpin Cabang BRI Bandung Asia Afrika, Affandi Ahmad.

Oleh karena itu, penyerahan bantuan ini melepaskan diri dari label "aktivitas filantropi musiman". Ini adalah momentum krusial untuk mempererat sinergi transaksional, menjaga hubungan baik (customer retention), serta menegaskan konsep Creating Shared Value (CSV).

Melalui filosofi CSV ini, BRI memastikan bahwa kehadiran nilai ekonomi yang mereka miliki harus selalu selaras dan mampu memberikan dampak nilai tambah langsung bagi kemajuan komunitas sosial di sekelilingnya.

Prosesi penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Manajemen BRI yang diwakili oleh Affandi tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh jajaran pengurus dan anggota Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRILian Region 9 Bandung.

Alih-alih formalitas birokrasi yang kaku, kehadiran PKK BRILian ini memberikan warna tersendiri yang tampak justru sebagai obrolan hangat serta dengan para pemimpin gereja setempat.

Affandi menambahkan bahwa keterlibatan langsung rekan-rekan dari internal PKK BRILian Region 9 ini memang disengaja untuk memperkuat ikatan emosional.

Bantuan ini merupakan bagian dari total 10.000 paket sembako yang disebar BRI di seluruh Indonesia, sedang khusus untuk wilayah BRI Region 9 Bandung, diamanahkan sebanyak 500 paket sembako untuk disalurkan kepada yang berhak.

"Kami berharap kolaborasi institusional dan ikatan emosional yang telah terbangun ini dapat semakin kuat, kokoh, serta membawa keberkahan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas di wilayah Bandung Raya," harap Affandi.

Apresiasi mendalam pun mengalir dari pimpinan masing-masing gereja saat menerima kunjungan rombongan manajemen BRI.

Bagi mereka, langkah konsisten yang ditunjukkan oleh BRI adalah bukti nyata dari kepemimpinan perbankan nasional yang inklusif, adaptif, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Pihak gereja juga memastikan bahwa amanah berupa paket bahan pokok ini tidak akan tertahan lama.

Mereka berkomitmen untuk segera menyalurkannya secara akuntabel dan tepat sasaran kepada jemaat serta warga sekitar yang berada dalam kondisi paling membutuhkan. 

Seluruh proses didukung dengan pemenuhan aspek administrasi pelaporan operasional yang transparan.

Melalui penguatan kolaborasi tripartit antara manajemen perbankan, persekutuan karyawan, dan institusi keagamaan nasabah, BRI Region 9 Bandung kembali menegaskan posisinya.

Di tengah roda ekonomi yang terus berputar, mereka memilih untuk tidak hanya berdiri sebagai motor penggerak transaksi finansial, melainkan juga hadir sebagai pilar penyokong kesejahteraan sosial yang berkelanjutan di hati masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.