BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU- Kehadiran Amanda di ajang Kapolres Tapin Cup Drag Bike Championship 2026 mencuri perhatian.
Tak heran memang, Amanda turun di ajang balapan di kawasan Rantau Baru, Kabupaten Tapin.
Selama ini drag bike ini identik dengan kaum laki-laki. Wajar banyak mata penonton tertuju ke Amanda.
Pembalap perempuan asal Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), yang sudah aktif mengikuti balap drag sudah sejak 2018.
Amanda mengaku rutin mengikuti berbagai kejuaraan drag bike tanpa pernah vakum. Dalam event kali ini, ia turun di beberapa kelas.
Baca juga: Jerman vs Paraguay: Live TVRI Dini Hari, Ini Jadwal Babak 32 Besar Pildun 2026, Daftar Nobar Kalsel
Baca juga: Brasil vs Jepang: Siaran Live TVRI Malam Hari, Ini Jadwal Babak 32 Besar Pildun, Daftar Nobar Kalsel
“Saya ikut event seperti ini supaya tidak ada lagi balap liar dan bisa jadi tempat menyalurkan hobi otomotif secara positif,” ujarnya.
Menurut Amanda, keberadaan kejuaraan resmi menjadi wadah bagi pembalap untuk berkompetisi dengan lebih aman dan terukur.
Ia juga menilai penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, terutama dari sisi fasilitas penunjang lintasan.
“Fasilitas tahun ini lebih baik, termasuk lampu untuk kebutuhan start yang menurut saya lebih bagus dibanding sebelumnya,” katanya.
Tak hanya itu, Amanda juga menyampaikan pesan kepada pembalap pemula agar memilih jalur kompetisi resmi daripada turun ke jalan.
“Untuk yang suka balapan, lebih baik ikut event resmi saja. Lebih aman dan tidak membahayakan orang lain,” pesannya.
Amanda mengaku setelah seri Tapin selesai, dirinya masih bersiap mengikuti agenda drag bike berikutnya di Amuntai dan Pelaihari.
Kapolres Tapin, AKBP Weldi Rozika, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan wadah balap resmi bagi para pecinta otomotif, khususnya kalangan muda.
Menurutnya, kejuaraan drag bike tahun ini diikuti sebanyak 445 peserta yang tergabung dalam 27 klub dari berbagai daerah.
“Tujuan kita memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memberikan ruang bagi pembalap-pembalap muda agar menyalurkan hobi mereka di arena resmi,” ujar Weldi usai membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, rangkaian lomba telah dimulai sejak sehari sebelumnya dengan babak penyisihan, sedangkan pada Minggu digelar babak final untuk menentukan para juara. Peserta yang datang tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga dari luar daerah. Sejumlah tim tercatat hadir dari Kalimantan Barat hingga Pulau Jawa.
Baca juga: Penonton Nilai Kapolres Tapin Cup Dragbike 2026 Lebih Nyaman, Soroti Fasilitas hingga Keamanan
“Yang paling jauh ada dari Jawa Barat dan Banten. Ini menunjukkan antusiasme peserta cukup tinggi,” katanya.
Kapolres menegaskan seluruh ketentuan dan aturan keselamatan yang berlaku di lintasan tetap diterapkan selama pertandingan berlangsung.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengurangi praktik balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Harapan kami, anak-anak muda bisa menyalurkan hobi dan kemampuan mereka melalui jalur resmi, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya balap liar di jalan umum,” tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)