Gol atau Assist: Apa yang Membuat Jude Bellingham Paling Puas Saat ‘Galactico’ Real Madrid Bersinar dalam Kemenangan Penting Inggris atas Panama di Piala Dunia?
Budi Santoso June 28, 2026 10:54 PM

Jangan lewatkan satu momen pun dari Piala Dunia.

Gol atau assist: Apa yang paling memuaskan bagi Jude Bellingham ketika ‘Galactico’ Real Madrid itu mencuri perhatian dalam kemenangan penting Inggris 2-0 atas Panama di Piala Dunia?

Jude Bellingham mengakui bahwa ia lebih puas menciptakan sejarah daripada mencetak gol sendiri dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Panama, yang memastikan tim asuhan Thomas Tuchel menempati posisi teratas Grup L. Bintang Real Madrid itu menjadi pusat dari segala hal positif bagi The Three Lions, membuka keunggulan lewat gol pertama sebelum memberikan assist untuk gol kedua yang memecahkan rekor.

‘Galactico’ Real Madrid kembali tampil gemilang

Bellingham sekali lagi menjadi pemain terbaik bagi negaranya, menunjukkan ketenangan dan kualitas yang membuatnya dijuluki sebagai satu-satunya pemain Inggris yang tampil sesuai harapan. Setelah babak pertama yang berjalan hati-hati, pemain berusia 22 tahun itu memecah kebuntuan melalui penyelesaian cerdas dari situasi sepak pojok, sebelum mengirim umpan silang akurat untuk gol kedua Inggris. Meski tampil menonjol secara individu, Bellingham menegaskan bahwa perkembangan tim secara kolektif tetap menjadi prioritas saat mereka bersiap menuju Atlanta untuk menghadapi Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar.

“Tugas pertama tercapai,” ujar Bellingham. “Kami datang ke sini untuk melakukannya tahap demi tahap. Kami melewati laga-laga pra-turnamen dengan baik dan sekarang kami telah mencapai tujuan pertama, yaitu lolos dari grup dan menjadi juara grup. Kami harus terus berusaha memperbaiki diri di setiap pertandingan, dan itu tergantung pada kami.”

Mencatat sejarah bersama Kane

Sementara gol pembukanya membuat total golnya di turnamen ini menjadi dua, Bellingham mengakui bahwa ia lebih senang dengan assist-nya untuk Harry Kane. Umpan tersebut membuat penyerang Bayern München itu resmi melampaui Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia. Sundulan tajam Kane menjadi gol ke-11-nya di ajang dunia, menempatkannya di jajaran elit ikon global.

“Assist itu yang paling memuaskan saya,” ungkap Bellingham. “Itu hasil kombinasi permainan yang baik, dan memberikan bola kepada Harry yang terus meningkatkan level permainannya sungguh luar biasa. Ia pantas mendapatkannya. Anda bisa lihat usaha yang ia berikan sebagai kapten dan bagaimana ia memimpin kami. Kualitasnya berbicara sendiri — dia yang terbaik.”

Menemukan ritme baru di New Jersey

Inggris harus menghadapi babak pertama yang sulit melawan tim Panama yang bertahan rapat dan membuat frustrasi pasukan Tuchel. Namun, pesan di ruang ganti saat jeda babak pertama adalah tetap tenang dan bersabar. Bellingham menjelaskan bahwa tidak ada kepanikan di antara para pemain; mereka menyadari bahwa yang dibutuhkan hanyalah sedikit peningkatan intensitas untuk memecah kebuntuan.

“[Saat jeda, dia berkata] kalian sudah bermain baik, lanjutkan saja,” jelas sang gelandang. “Tambahkan sedikit kecepatan, tidak perlu berlebihan. Kami tahu di level mana kami berada dan level apa yang ingin kami capai, dan kami melakukannya di babak kedua.” Perubahan taktik tersebut terbukti berhasil, membuat Inggris mampu mengendalikan tempo permainan dan akhirnya menaklukkan lawan untuk mengamankan tiga poin.

Fokus beralih ke babak gugur

Dengan fase grup L telah berakhir, The Three Lions kini bersiap menghadapi laga sistem gugur di Atlanta pada Rabu mendatang. Kepemimpinan dan performa Bellingham akan menjadi faktor penting jika Inggris ingin memenuhi ekspektasi tinggi dari turnamen-turnamen sebelumnya. Tim asuhan Tuchel menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi tekanan sebagai favorit grup, tetapi sang bintang Real Madrid sadar bahwa persaingan akan semakin ketat.

Kepercayaan diri sang gelandang terus menjadi senjata utamanya, saat ia memikul beban harapan seluruh bangsa di pundaknya. Dengan dua gol dan satu assist pemecah rekor sejauh ini, Bellingham membuktikan mengapa dirinya menjadi wajah baru era modern tim nasional Inggris. Kini fokus beralih ke laga melawan Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar, di mana tak ada lagi ruang untuk kesalahan dan ‘Galactico’ itu akan kembali dituntut tampil menentukan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.