Peringati HUT Ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat Lewat Health Fun Run
Saifullah June 29, 2026 12:03 AM

 

BPJS Kesehatan memperingati HUT ke-58 dengan menggelar Health Fun Run di Jakarta sebagai kampanye membudayakan hidup sehat.

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan menggelar kegiatan Health Fun Run di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6/2026). 

Kegiatan yang diikuti berbagai komunitas lari tersebut menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan mengampanyekan pentingnya pola hidup sehat sekaligus memperkuat program promotif dan preventif dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan layanan kesehatan ketika sakit, tetapi juga membangun kesadaran menjaga kesehatan sejak dini melalui olahraga rutin dan penerapan gaya hidup sehat.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, keberhasilan Program JKN tidak hanya diukur dari luasnya cakupan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran peserta dalam mencegah penyakit dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Menurutnya, Program JKN dibangun berdasarkan semangat gotong royong, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan ketika peserta membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui berbagai program yang mendorong masyarakat tetap sehat dan produktif.

"Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, kami tidak hanya memberikan perlindungan kesehatan ketika masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif," ujar Prihati Pujowaskito.

Baca juga: BPJS Kesehatan Goes to Campus, Gandeng Mahasiswa USK Perluas Edukasi JKN

Ia mengungkapkan, hingga 1 Juni 2026 jumlah peserta Program JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau mencakup lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. 

Capaian tersebut didukung oleh jaringan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, yakni 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Selain memperluas akses pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat langkah pencegahan terhadap penyakit tidak menular yang kini semakin banyak menyerang kelompok usia produktif.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, lebih dari 79 juta peserta JKN telah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan. 

Dari hasil skrining tersebut, sekitar 23 juta peserta teridentifikasi memiliki risiko hipertensi, sedangkan sekitar 17 juta peserta lainnya berisiko mengalami diabetes melitus.

Lebih lanjut, data juga menunjukkan bahwa penyakit kronis kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. 

Tercatat lebih dari 400 ribu peserta JKN yang berusia di bawah 45 tahun telah didiagnosis menderita diabetes melitus, sementara lebih dari satu juta peserta usia produktif mengalami hipertensi.

Baca juga: Komitmen Bayar Iuran JKN Tepat Waktu, Pemkab Aceh Tengah Terima Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Menurut Prihati, kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa perubahan pola hidup masyarakat perlu segera dilakukan agar angka penyakit kronis tidak terus meningkat.

Karena itu, BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai program promotif dan preventif, seperti Skrining Riwayat Kesehatan, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis Muda), edukasi kesehatan, hingga kegiatan olahraga bersama seperti Health Fun Run.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun BPJS Kesehatan, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

"Semakin banyak masyarakat yang sehat dan produktif, semakin kuat pula fondasi keberlanjutan Program JKN di masa depan," katanya.

Prihati menambahkan, penguatan budaya hidup sehat juga menjadi bentuk dukungan BPJS Kesehatan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa semangat gotong royong merupakan kekuatan utama Program JKN.

Menurut Raffi, melalui sistem gotong royong, peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, sementara peserta yang memiliki kemampuan ekonomi turut membantu masyarakat yang kurang mampu sehingga seluruh warga negara dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mulai membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

"Melalui kegiatan Fun Run ini, BPJS Kesehatan mengajarkan bahwa menjaga kesehatan tidak dimulai besok, tetapi dimulai hari ini. Sehat itu mahal, karena itu kita harus menjaganya sejak dini," ujar Raffi.

Melalui peringatan HUT ke-58 ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan penyakit dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Indonesia terus meningkat dan keberlanjutan Program JKN dapat terus terjaga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.