Momen Dramatis Petugas Evakuasi Balita yang Terperosok ke Lubang Proyek 4 Meter
Noval Andriansyah June 28, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta Selatan - Nasib nahas menimpa seorang balita berinisial I (4). Bocah malang tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang proyek sedalam 4 meter di area lapangan multifungsi, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Baca juga: Aksi Biadab Ayah Kandung Sebabkan Balita Tewas, Pemicunya Tontonan Tak Senonoh

Pihak kepolisian akhirnya membeberkan kronologi runtutan peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Tragedi bermula pada Sabtu (27/6/2026) menjelang tengah malam, saat korban tengah asyik bermain bersama beberapa rekan sebayanya di sekitar lokasi kejadian.

Diduga, korban luput dari pengawasan dan menyelinap masuk ke area steril proyek dengan cara melewati celah kecil pada pembatas seng yang mengelilingi area tersebut.

Tepat sekira pukul 23.40 WIB, korban mendadak hilang dari pandangan teman-temannya setelah terperosok masuk ke dalam lubang galian tegak lurus berdiameter sangat sempit, yakni hanya 30 sentimeter, dengan kedalaman vertikal mencapai 4 meter.

Sadar rekannya menghilang ke dalam tanah, teman-teman korban langsung berlari panik dan melaporkan insiden itu kepada warga sekitar.

Laporan berantai tersebut diteruskan ke petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai sebelum akhirnya sampai ke meja Polsek Tebet.

Evakuasi Berlangsung Dramatis

Dikutip dari Tribunnews.com, Kapolsek Tebet, AKP Ischak, menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan personel gabungan ke tempat kejadian perkara (TKP). 

Namun, struktur lubang yang sangat minim ruang gerak membuat tim penyelamat harus memutar otak demi menjaga keselamatan fisik balita di dalamnya.

"Karena kondisi lubang sangat sempit, proses penyelamatan memerlukan penanganan khusus agar keselamatan korban tetap menjadi prioritas," ungkap AKP Ischak saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Pada fase awal, petugas sempat mencoba opsi penyelamatan darurat secara manual. Seorang personel damkar yang memiliki postur tubuh paling kecil ditunjuk untuk menyusup ke dalam lubang sempit tersebut dengan posisi kepala di bawah, mencoba meraih lengan korban.

Sayangnya, skenario pertama ini menemui jalan buntu. Sempitnya dinding tanah ditambah kondisi psikologis korban yang mengalami trauma hebat di dasar lubang membuat ruang gerak petugas lumpuh.

Ditambah lagi, tidak ada relawan sipil di sekitar lokasi yang sanggup menembus celah sekecil itu.

Gunakan Ekskavator untuk Buka Jalur Evakuasi

Menghadapi kebuntuan tersebut, kepolisian langsung meningkatkan status darurat dengan berkoordinasi bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, hingga memutuskan meminjam dua unit ekskavator (alat berat pengeruk) yang kebetulan berada di dekat lokasi proyek.

Petugas kemudian memasang garis polisi untuk mensterilkan kerumunan warga, lalu mulai melakukan penggalian tanah secara horizontal dan hati-hati di sisi luar lubang utama.

Metode ini dipilih guna membuat jalur aman sekunder agar struktur tanah tidak longsor dan menimbun korban di dasar.

Perjuangan gigih tim gabungan selama berjam-jam akhirnya membuahkan hasil. Tubuh balita I berhasil diangkat ke permukaan pada Minggu dini hari sekira pukul 03.55 WIB dalam kondisi masih bernapas.

Korban yang lemas langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan tindakan medis darurat.

Napas Terakhir dalam Perjalanan Menuju Rumah Sakit

Kepala Sektor Kecamatan Tebet Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Kusnanto, membenarkan bahwa berdasarkan laporan pandangan mata dari anggotanya di lapangan, korban memang masih menunjukkan tanda-life (hidup) sesaat setelah dievakuasi dari jepitan tanah.

Namun, takdir berkata lain. Cedera parah dan kondisi fisik yang drop setelah terjebak lebih dari empat jam di ruang hampa udara, membuat nyawa balita tersebut tidak dapat dipertahankan.

"Korban tidak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kusnanto lirih.

Pernyataan senada juga ditegaskan oleh Kapolsek Tebet AKP Ischak yang menyatakan kasus ini kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut untuk melihat unsur kelalaian dari pihak pelaksana proyek.

"Kondisi korban balita tidak tertolong," tutup Ischak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.