Omset Pedagang Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik di Pantai Padang Naik 50 Persen saat Liburan
afrizal June 28, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Momen libur sekolah membawa berkah bagi pedagang kuliner tradisional di kawasan Pantai Padang atau Taplau, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.

Melonjaknya wisatawan yang menghabiskan waktu bersama keluarga di tepi pantai membuat penjualan jajanan khas Minangkabau, seperti Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik, meningkat dibandingkan hari biasa.

Mulai dari pagi hingga menjelang matahari terbenam, pengunjung silih berganti memadati kawasan wisata.

Di antara deretan pedagang, Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik menjadi dua menu yang paling banyak dicari wisatawan.

Baca juga: Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik, Kuliner Incaran Wisatawan di Pantai Padang

Harga kuliner ini sangat terjangkau, cita rasanya khas, serta hanya mudah ditemukan di kawasan Pantai Padang membuat kedua kuliner tersebut tetap bertahan di tengah menjamurnya jajanan modern.

Habiskan 50 Keping saat Liburan

KARUPUAK LEAK- Jajanan murah meriah ini banyak ditemukan di Pantai Padang. Berbahan kurupuk ubi yang disiram kuah sate dan toping bihun, Karupuak Leak sering dijual bersama dengan Langkitang Cucuik
KARUPUAK LEAK- Jajanan murah meriah ini banyak ditemukan di Pantai Padang. Berbahan kurupuk ubi yang disiram kuah sate dan toping bihun, Karupuak Leak sering dijual bersama dengan Langkitang Cucuik (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Pedagang Karupuak Leak, Febi, mengatakan penjualannya selama libur sekolah meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.

Menurutnya, lonjakan pembeli mulai terasa sejak masa liburan dimulai dan semakin ramai ketika akhir pekan tiba.

"Alhamdulillah, saat libur sekolah penjualan naik sekitar 50 persen. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu, lebih ramai lagi," katanya, Minggu (28/6/2026).

Dalam sehari, Febi mampu menghabiskan sekitar dua toples Karupuak Leak atau sekitar 50 keping.

Satu toples berisi sekitar 22 hingga 24 keping yang telah dipersiapkan sebelum dibawa berjualan ke Pantai Padang.

Jumlah tersebut jauh berbeda dibandingkan hari biasa.

Baca juga: Sate Itu Bonus, Hidangan Utama Adalah Suasana Pantai Padang

Saat kondisi normal, satu toples kerupuk terkadang belum habis terjual hingga waktu berjualan usai.

Menurut Febi, meningkatnya jumlah wisatawan menjadi penyebab utama penjualan ikut terdongkrak.

"Kalau libur sekolah begini ramai sekali. Banyak keluarga datang, jadi dagangan lebih cepat habis. Penjualan saat ramai bisa menutupi kekurangan di hari biasa," ujarnya.

Karupuak Leak dijual dengan harga Rp5.000.

Untuk ukuran kecil, pembeli mendapatkan dua keping kerupuk, sedangkan ukuran besar berdiameter sekitar 25 sentimeter dijual satu keping dengan harga yang sama.

Kuliner ini terbuat dari kerupuk ubi yang disiram kuah sate kemudian diberi taburan bihun goreng.

Perpaduan rasa gurih dan pedas membuatnya menjadi teman menikmati semilir angin Pantai Padang menjelang senja.

Febi menjelaskan, proses pembuatan dimulai dari meracik kuah sate menggunakan tepung terigu, cabai, bumbu masakan kambing, penyedap, kunyit, jahe, lengkuas, serta bumbu pelengkap lainnya.

Seluruh bahan dihaluskan, kemudian dimasak selama sekitar satu jam hingga kuah mengental dan berwarna kuning.

Sementara itu, kerupuk ubi digoreng hingga mengembang, sedangkan bihun direbus terlebih dahulu sebelum ditumis menggunakan bumbu.

Saat disajikan, kuah sate diratakan di atas kerupuk menggunakan sendok, lalu ditambahkan bihun goreng beserta sedikit kuah di bagian atasnya.

"Biasanya semua dimasak di rumah. Setelah siap baru dibawa ke tempat jualan di Pantai Padang," kata Febi.

Sediakan 10 Liter Langkitang

LANGKITANG- Siput air tawar berwarna hitam ini diolah menjadi kuliner bernama Langkitang Cucuik. Di Pantai Padang, jajanan ini menjadi incaran wisatawan karena memiliki rasa yang khas dan cara makan dihisap.
LANGKITANG- Siput air tawar berwarna hitam ini diolah menjadi kuliner bernama Langkitang Cucuik. Di Pantai Padang, jajanan ini menjadi incaran wisatawan karena memiliki rasa yang khas dan cara makan dihisap. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Tak hanya Karupuak Leak, pedagang Langkitang Cucuik juga merasakan dampak positif dari ramainya wisatawan.

Ayu, salah seorang pedagang, mengatakan dalam sehari dirinya menyiapkan sekitar 10 liter langkitang untuk dijual.

Siput air tawar bercangkang hitam itu dibelinya dari pasar dengan harga sekitar Rp10.000 per liter sebelum diolah menjadi gulai bercita rasa pedas.

"Harganya Rp10.000 satu porsi. Kalau untuk dijual, saya biasanya menyiapkan sekitar 10 liter langkitang setiap hari," katanya.

Menurut Ayu, proses memasak Langkitang Cucuik cukup panjang.

Bagian ekor cangkang terlebih dahulu dipotong, kemudian siput ditumbuk menggunakan kayu berujung tumpul agar lendir dan lumpur keluar.

Setelah dicuci bersih, langkitang dimasak bersama santan, cabai, kunyit, lengkuas, jahe, bawang merah, dan bawang putih selama sekitar satu jam hingga matang.

Proses pengolahan yang cukup lama menjadi salah satu alasan harga seporsi Langkitang Cucuik dipatok Rp10.000.

"Cara makannya diisap di bagian cangkang yang sudah dipotong. Memang proses masaknya agak lama, makanya harganya segitu," ujarnya.

Bagi wisatawan, menikmati panorama Pantai Padang terasa belum lengkap tanpa mencicipi dua kuliner khas tersebut.

Aina, pengunjung asal Solok yang bekerja di Padang, mengaku selalu membeli Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik setiap kali berkunjung ke Taplau.

Menurutnya, selain rasanya yang khas, harga kedua kuliner tersebut juga masih terjangkau sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun teman.

"Kalau ke Pantai Padang pasti beli Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik. Rasanya enak, harganya juga murah. Paling enak dimakan sambil menikmati angin pantai," ucapnya.

Karupuak Leak sendiri telah lama menjadi bagian dari identitas kuliner Pantai Padang.

Kerupuk berbahan dasar ubi singkong itu berubah menjadi sajian khas setelah disiram kuah sate dan diberi bihun goreng.

Dalam bahasa Minang, kata "leak" diartikan sebagai berserakan atau tumpah, merujuk pada cara penyajian kuah sate yang disiram di atas kerupuk tanpa pola tertentu.

Sementara Langkitang Cucuik juga memiliki ciri khas tersendiri.

Nama "cucuik" berasal dari cara menyantapnya, yakni dengan mengisap daging siput langsung dari cangkangnya.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur sekolah, kedua kuliner tradisional itu kembali membuktikan diri sebagai ikon kuliner Pantai Padang yang tetap diminati lintas generasi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.