Unri Menuju World Class University, Dari Akreditasi Unggul hingga Terima Mahasiswa Asing
M Iqbal June 28, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Memasuki pertengahan tahun 2026, Universitas Riau (Unri) terus menunjukkan berbagai capaian strategis di bidang akademik. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof Sri Indarti, berbagai pembenahan dan transformasi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan program studi, peningkatan mutu akademik, internasionalisasi kampus, hingga digitalisasi layanan pendidikan tinggi. Berbagai capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi Unri dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global.


Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Dr. Mexsasai Indra SH MH, mengatakan perkembangan akademik yang dicapai saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam menjalankan agenda transformasi pendidikan tinggi. Menurutnya, fokus utama yang terus didorong adalah peningkatan kualitas layanan akademik, penguatan tata kelola, serta penyesuaian terhadap berbagai regulasi dan perkembangan dunia pendidikan tinggi nasional maupun internasional.


Salah satu capaian penting terlihat dari bertambahnya jumlah program studi yang dimiliki Universitas Riau. Hingga tahun 2026, jumlah program studi mencapai 121 program studi atau bertambah 14 program studi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Penambahan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program doktor, magister, spesialis hingga sarjana. 


"Saat ini Unri memiliki delapan program doktor, 33 program magister, 10 program spesialis, lima program profesi, 56 program sarjana, satu program diploma empat, dan delapan program diploma tiga," kata Mexsasai kepada Tribun, Minggu (28/6/2026).


Peningkatan jumlah program studi tersebut berjalan seiring dengan penguatan mutu akademik. Universitas Riau kini telah mengantongi akreditasi institusi Unggul berdasarkan keputusan BAN-PT yang berlaku hingga tahun 2028. Status tersebut menjadi pengakuan atas kualitas tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aspek pendukung lainnya yang dijalankan universitas.


Tidak hanya pada tingkat institusi, kualitas program studi juga terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 44 program studi telah meraih akreditasi Unggul, enam program studi berakreditasi A, 35 program studi berakreditasi Baik Sekali, 12 program studi berakreditasi B, dan 12 program studi berakreditasi Baik. Selain itu terdapat sejumlah program studi baru yang sedang menjalani proses penguatan mutu dan akreditasi.


Langkah internasionalisasi akademik juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada tahun 2025, tiga program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi berhasil memperoleh akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Selanjutnya pada tahun 2026, Program Studi Teknik Sipil dan Sistem Informasi berhasil memperoleh akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di Universitas Riau semakin mendapat pengakuan pada tingkat internasional.


Transformasi akademik juga diwujudkan melalui digitalisasi layanan pendidikan. Tahun 2026 menjadi tonggak baru karena Universitas Riau secara resmi menerapkan ijazah dan transkrip akademik elektronik bagi seluruh lulusan. Kebijakan tersebut merupakan implementasi transformasi digital kampus yang bertujuan meningkatkan keamanan dokumen, mempercepat proses layanan akademik, memudahkan verifikasi keaslian dokumen, serta mendukung tata kelola perguruan tinggi yang lebih efektif, efisien, dan transparan.


Selain menerima ijazah dan transkrip elektronik, para lulusan Universitas Riau kini juga memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan karena memuat rekam jejak kompetensi, aktivitas kemahasiswaan, pengalaman organisasi, hingga berbagai kemampuan pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam persaingan dunia kerja. Kehadiran SKPI menjadi bentuk komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap kebutuhan industri.


Pada aspek kurikulum, Universitas Riau telah menerapkan Outcome Based Education (OBE) sebagai pendekatan utama dalam proses pembelajaran. Kurikulum OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai fokus utama sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penerapan kurikulum ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam berbagai proses akreditasi nasional maupun internasional.


Menyesuaikan perkembangan regulasi terbaru, Universitas Riau juga terus melakukan berbagai inovasi akademik. Salah satunya melalui penyelenggaraan Program Fast Track yang memungkinkan mahasiswa sarjana berprestasi melanjutkan studi magister lebih cepat. Program tersebut telah diterapkan pada sejumlah program studi seperti Sosiologi, Fisika, dan Pendidikan Biologi. Selain itu, pada tahun 2026 Unri juga mulai membuka penerimaan mahasiswa melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada berbagai program studi sarjana dan pascasarjana sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman belajar dan kompetensi yang dimiliki masyarakat.


Komitmen menuju perguruan tinggi berkelas dunia juga tercermin dari keikutsertaan Universitas Riau dalam pemeringkatan internasional. Pada pemeringkatan QS Asia University Rankings 2026, Universitas Riau berhasil menempati peringkat 203 Asia Tenggara dan peringkat 1.301 tingkat Asia. Posisi tersebut menunjukkan peningkatan eksistensi Unri pada level internasional sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat kualitas akademik, penelitian, dan jejaring global.


Di sisi lain, Universitas Riau juga terus memperkuat integrasi sistem akademik melalui platform Sistem Informasi Akademik Terpadu atau Satu Unri. Seluruh layanan akademik kini semakin terintegrasi dalam satu sistem yang memudahkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Perbaikan tata kelola penerimaan mahasiswa baru juga terus dilakukan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan bebas konflik kepentingan sehingga proses seleksi berjalan lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.


Menurut Mexsasai Indra, seluruh capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang Universitas Riau dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, modern, dan berdaya saing global. Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas akademik akan terus menjadi prioritas agar Universitas Riau mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan global yang semakin dinamis.


Universitas Riau juga terus memperluas peluang internasional bagi mahasiswa melalui berbagai program student mobility dan pertukaran pelajar dengan perguruan tinggi luar negeri. Pada tahun 2025, Unri bahkan meluncurkan Student Mobility Awards untuk mendorong semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di tingkat global. Mahasiswa Unri telah mengikuti program pertukaran pelajar dan mobilitas internasional ke berbagai negara seperti Inggris, Rusia, Republik Ceko, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan hingga program magang internasional di Vietnam. Program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus sekaligus membuka wawasan global bagi mahasiswa.


Mexsasai Indra menambahkan bahwa Universitas Riau terus berupaya memberikan dukungan kepada mahasiswa yang lolos program mobilitas internasional, meskipun pembiayaan belum sepenuhnya dapat ditanggung oleh universitas. Menurutnya, keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bertahap. Namun ke depan, Universitas Riau berharap dapat meningkatkan skema dukungan sehingga semakin banyak mahasiswa berprestasi dapat mengikuti program pertukaran pelajar, magang internasional, maupun kegiatan akademik global lainnya tanpa terkendala biaya. Dengan demikian, kesempatan mahasiswa Unri untuk bersaing dan berkolaborasi di tingkat internasional akan semakin terbuka luas.


Selain memperluas program mobilitas dan pertukaran pelajar internasional, Universitas Riau juga mulai mempersiapkan langkah yang lebih besar dalam upaya internasionalisasi kampus melalui penerimaan mahasiswa asing. Mexsasai Indra menjelaskan, Universitas Riau telah menyiapkan berbagai regulasi dan perangkat pendukung yang diperlukan untuk membuka akses lebih luas bagi mahasiswa mancanegara yang ingin menempuh pendidikan di Unri. Regulasi tersebut telah dibahas dan mendapatkan persetujuan dari Senat Akademik Universitas Riau sebagai landasan pelaksanaan program penerimaan mahasiswa asing di masa mendatang.


Menurut Mexsasai, kehadiran mahasiswa asing tidak hanya akan meningkatkan suasana akademik yang lebih beragam dan kompetitif, tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Riau di tingkat internasional. Bersamaan dengan penguatan program student mobility, perluasan kerja sama luar negeri, serta peningkatan akreditasi internasional program studi, penerimaan mahasiswa asing menjadi salah satu strategi penting untuk mewujudkan visi Universitas Riau sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. "Kami terus mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari regulasi, layanan akademik, hingga kesiapan lingkungan kampus agar Universitas Riau semakin terbuka dan mampu menjadi tujuan studi bagi mahasiswa dari berbagai negara," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.