TRIBUNMANADO.CO.ID- Perintah Tuhan cukup jelas dalam Alkitab, kita diminta untuk setia kepada Tuhan.
Sebab Tuhan tak ingin dipermainkan.
Berikut renungan harian Kristen berjudul jangan permainkan Allah!
Baca juga: Renungan Harian Kristen Efesus 6:1, Menaati Orang Tua Dalam Tuhan
Bacaan Alkitab dalam 1 Samuel 6:1-7:1.
Setelah seseorang menyadari penyebab dari penderitaannya, apakah orang itu akan langsung bertindak untuk menyelesaikannya? Belum tentu.
Acap kali orang menunda-nunda sehingga mereka hanya menderita lebih lama lagi.
Selama tabut TUHAN berada di wilayah Filistin, Ia terus menimpakan bencana ke atas orang Filistin.
Pada akhirnya, setelah tujuh bulan, mereka memutuskan untuk membawa kembali tabut itu ke Israel dan membayar kurban penebus salah (6:1-8).
Mereka menaruh tabut dan kurban itu di atas kereta yang ditarik dua ekor lembu betina, lalu membiarkannya pergi tanpa dikendalikan.
Kedua lembu itu berjalan lurus ke Bet-Semes sehingga membuktikan bahwa malapetaka besar yang mereka alami memang berasal dari TUHAN (6:9-12).
Penduduk Bet-Semes menyambutnya dengan sukacita dan mempersembahkan kurban kepada TUHAN (6:13-15).
Namun, sebagian dari penduduk itu dihukum mati karena mereka melihat ke dalam Tabut TUHAN, sehingga dukacita meliputi semua penduduk.
Karena itu, mereka meminta agar penduduk Kiryat-Yearim membawa Tabut TUHAN (6:19-7:1).
Orang Filistin memindahkan Tabut Allah dari satu kota ke kota lain seolah-olah kuasa Allah bisa dikurung di tempat tertentu.
Justru, dengan upaya ini, mereka mempermainkan Allah.
Selama tujuh bulan, mereka hidup dalam tekanan berat akibat murka Allah yang dinyatakan berupa borok yang menyiksa, wabah tikus yang melanda, dan kematian yang terus-menerus terjadi.
Ini bukan sekadar bencana alam ataupun kebetulan, melainkan hukuman keras dari Allah.
Melalui kereta lembu yang berjalan sendiri ke wilayah umat Allah, mereka mengakui bahwa Allah Israel adalah Pribadi yang kudus, berdaulat, dan layak dihormati.
Janganlah kita menunda pertobatan, mempermainkan kekudusan Allah, dan menarik ulur ketaatan kita.
Marilah kita menaati Allah dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang mau tunduk dan hormat kepada-Nya.
Segeralah berhenti menyalahkan keadaan atau orang lain, agar kita dapat melakukan yang benar dan merasakan sukacita.