‘Semua Orang Ingin Melihatnya Terjadi’ - Premier League ‘Takut’ Menurunkan Man City ke Championship dalam Kasus FFP & Denda ‘Konyol’ £500 Juta Tak Akan Berarti Apa-apa
Agus Firmansyah June 29, 2026 12:27 AM

Pertarungan hukum panjang Manchester City dengan Premier League kini mencapai titik panas, sementara dunia sepak bola menunggu putusan atas 115 dugaan pelanggaran keuangan. Di tengah seruan dari para rival dan pengkritik agar klub tersebut dijatuhi sanksi terberat berupa degradasi, kekhawatiran muncul bahwa otoritas liga mungkin tidak memiliki keberanian untuk menghukum salah satu klub paling berpengaruh di dunia.

Hukuman paling berat untuk City?

Menurut mantan pencari bakat Bryan King, Manchester City harus otomatis terdegradasi ke Championship jika komisi independen menemukan mereka bersalah atas 115 tuduhan yang diajukan. Klub ini berada di bawah pengawasan ketat sejak Premier League pertama kali menuduh City pada Februari 2023, setelah penyelidikan panjang atas dugaan ketidakwajaran keuangan selama hampir satu dekade.

King mengatakan kepada Football Insider: “Satu-satunya cara untuk memberi mereka pelajaran adalah menurunkan mereka ke Championship. Tapi itu tidak akan terjadi, bukan? Itu tidak akan terjadi. Dan jika mereka didenda banyak uang, lalu apa? Mereka bisa membayarnya. Jika mereka dikenai denda £500 juta atau sesuatu yang konyol, apakah itu akan benar-benar berpengaruh terhadap aturan fair play dan uang yang mereka gunakan untuk menjalankan klub?”

Apakah otoritas cukup berani?

Meskipun tuduhan yang diajukan sangat serius – termasuk kegagalan memberikan informasi keuangan yang akurat dan kurangnya kerja sama – semakin banyak pihak yang meyakini bahwa pengaruh besar City membuat mereka hampir tak tersentuh. King menilai bahwa meskipun publik sepak bola mungkin mendambakan hukuman bersejarah, lembaga-lembaga yang berwenang bisa jadi ragu ketika dihadapkan pada kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada kekuatan global semacam itu.

“Kamu tahu, hal tersulit adalah pengurangan poin dan degradasi. Tapi itu tidak akan terjadi. Manchester City terlalu kuat di Premier League. Mereka terlalu berkuasa di Inggris. Semua orang ingin melihat itu terjadi. Tapi apakah Premier League, Football League, atau FA cukup kuat untuk melakukannya? Saya rasa tidak, sejujurnya,” tambah King.

Keteguhan dari ruang rapat Etihad

Sementara dunia luar memperdebatkan nasib mereka, jajaran pimpinan Manchester City tetap tenang. Ketua klub, Khaldoon Al-Mubarak, berjanji akan berbicara secara terbuka tentang kasus ini begitu putusan akhir diumumkan. Klub terus mempertahankan klaim tidak bersalah, meskipun para rival menunjuk pada pengurangan poin yang dijatuhkan kepada Everton dan Leicester City sebagai preseden dalam pelanggaran keuangan.

Al-Mubarak menegaskan sikap diamnya selama proses hukum dengan menyatakan: “Izinkan saya konsisten seperti biasanya – sampai ada putusan, saya tidak bisa banyak bicara. Begitu ada putusan, percayalah, saya akan mengatakan semua yang ingin saya katakan selama tiga tahun terakhir.” Sikap tegas ini menandakan keyakinan bahwa pembelaan hukum klub pada akhirnya akan membuat semua tuduhan dibatalkan.

Putusan yang akan mengubah sepak bola

Dunia olahraga kini berada dalam masa penantian, menunggu dokumen yang bisa mengubah tatanan sepak bola Inggris. Para ahli hukum menyebut bahwa komisi independen saat ini sedang menyusun keputusan akhir, dengan pengumuman publik yang diharapkan segera keluar. Hasilnya diyakini akan menentukan apakah kerangka regulasi Premier League akan tetap sah atau justru memaksa adanya perubahan total terhadap cara penerapan aturan keuangan.

Jika City dibebaskan, Premier League akan menghadapi krisis otoritas; tetapi jika mereka dinyatakan bersalah, besarnya hukuman akan menjadi tolok ukur baru untuk dekade-dekade mendatang. Karena tuduhan yang diajukan sangat berat, banyak pihak menilai bahwa denda semata tidak akan cukup sebagai efek jera. Namun, apakah Premier League memiliki keberanian untuk mengusir klub papan atas dari kasta tertinggi masih menjadi pertanyaan bernilai jutaan pound yang menggantung di atas Etihad.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.