BOLASPORT.COM - Laga Timnas Brasil vs Timnas Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 bakal dipimpin oleh wasit asal Italia, Maurizio Mariani.
Salah satu laga yang menyita perhatian di babak 32 besar Piala Dunia 2026 adalah pertemuan antara Brasil dan Jepang.
Laga menarik di event empat tahunan garapan FIFA itu tak terelakkan menyusul hasil akhir dari kedua tim di fase grup.
Tim Samba lolos berbekal sebagai status juara Grup C menyusul hasil seri 1-1 kontra Maroko disusul kemenangan identik 3-0 atas Haiti dan Skotlandia.
Sementara itu tim Samurai Biru melenggang ke fase gugur pertama sebagai runner-up dari Grup F.
Armada arahan Hajime Moriyasu lolos dengan catatan seri kontra Belanda (2-2) dan Swedia (1-1) lalu menang 4-0 atas Tunisia.
Bentrokan antara Timnas Brasil dan Timnas Jepang dijadwalkan terjadi di Stadion Houston, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Pengadil lapangan yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin laga big match itu adalah wasit asal Italia, Maurizio Mariani.
Laporan dari Football Italia menyebutkan bahwa Mariani adalah satu-satunya wasit Italia di Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko, meskipun Marco Di Bello juga termasuk dalam kelompok wasit yang mengawasi VAR.
Adapun saat mengawal tugas dalam laga Brasil vs Jepang, Mariani nantinya bakal dibantu oleh asisten wasit Daniele Bindoni dan Alberto Tegoni.
Sementara itu wasit keempat adalah sosok asal Swiss, yakni Sandro Scharer.
Di Piala Dunia 2026, wasit Maurizio Mariani tercatat sudah memimpin dua laga.
Ia bertindak sebagai pengadil dalam duel 1-1 antara Arab Saudi dan Uruguay dan memimpin laga saat Kolombia menang 1-0 atas RD Kongo.
Mariani merupakan salah satu wasit papan atas yang memegang reputasi elite di Italia bahkan Eropa.
Pemilik lisensi resmi wasit sejak 2019 tersebut belum lama ini juga menjadi wasit dalam final UEFA Conference League antara Crystal Palace dan Rayo Vallecano.
Meski memiliki reputasi hebat di atas lapangan, Mariani juga tidak luput dari sederet kontroversi.
Di kompetisi domestik Italia, Mariani pernah mendapatkan sanksi berat dari Asosiasi Wasit Italia (AIA) akibat performanya yang dinilai di bawah standar pada laga panas Inter Milan vs Napoli.
Momennya datang pada Oktober 2025 saat Inter kalah 1-3 dari klub asuhan Antonio Conte itu.
Maurizio Mariani dianggap tampil buruk saat memberikan penalti kontroversial untuk Napoli.
Akibat keputusan yang dianggap memberi "penalti lunak" tersebut, Mariani dijatuhi skorsing dengan larangan memimpin beberapa laga.
Wasit berusia 44 tahun tersebut juga pernah membuat momen kontroversi pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Mariani menjatuhi hukuman penalti bagi Man City akibat adanya pelanggaran terhadap Vinicius Junior usai dicegat oleh Gianluigi Donnarumma.
Tak hanya penalti, City juga mendapat kartu kuning dengan Donnarumma yang diganjar.
Meskipun Donnarumma akhirnya berhasil menepis penalti Vinicius, ketegangan konfrontasi terhadap Maurizio Mariani menjadi sorotan utama pada laga tersebut.
Kemudian pada November 2025, masih di Liga Champions, Mariani mengusir winger Bayern Muenchen, Luis Diaz saat laga kontra PSG di fase liga.
Diaz dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap bek Les Parisiens, Achraf Hakimi.
Kubu Muenchen sempat melakukan protes keras di lapangan.
Mereka menilai keputusan kartu merah langsung terlalu kejam mengingat intensitas perebutan bola, tetapi Mariani tetap bergeming dengan keputusannya.
Lalu kontroversi paling hangat yang dilakukan sosok yang bekerja sebagai pelaut dan konsultan IT itu terjadi di Piala Dunia 2026 belum lama ini.
Momennya datang dalam laga antara Arab Saudi vs Uruguay yang berkesudahan seri 1-1.
Saat memasuki detik-detik akhir dari 7 menit waktu tambahan yang diberikan, Arab Saudi berada dalam kondisi menguntungkan.
Penyerang Negeri Minyak, Abdullah Al-Hamdan, sempat mengambil bola dan melakukan serangan balik cepat dalam posisi one-on-one (satu lawan satu) menuju gawang Uruguay yang sudah ditinggalkan kipernya jauh ke depan.
Tepat di momen krusial saat Al-Hamdan bersiap menembak bola ke gawang kosong, Mariani tiba-tiba meniup peluit panjang tanda laga usai.
Keputusan menghentikan pertandingan di tengah peluang emas yang 99 persen bisa menjadi gol kemenangan ini memicu kemarahan besar dari para pemain, staf, dan pendukung Timnas Arab Saudi.