TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan dijamin kerahasiaannya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan data kepada petugas sensus karena informasi yang dihimpun tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun pungutan lainnya.
"Data yang kami kumpulkan ini nanti akan memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat. Masyarakat akan terdata artinya mereka akan punya suara untuk kebijakan. Kalau masyarakat terdata mereka juga tidak akan terlewat untuk mendapatkan intervensi kebijakan dari pemerintah," kata Amalia di Palembang, Minggu (28/6/2026).
Menurut Amalia, data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan kerja sama antara BPS, pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas sensus, dan masyarakat untuk menghasilkan data ekonomi sebagai dasar perencanaan pembangunan.
20 Persen Pendataan Rampung di Sumsel
BPS mengerahkan 7.588 petugas untuk melakukan pendataan di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Hingga saat ini, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Sumatera Selatan telah mencapai sekitar 20 persen.
Secara nasional, realisasi pendataan telah mencapai sekitar 25 persen.
BPS mengimbau seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, sopan, dan sesuai standar pelatihan.
Masyarakat juga diharapkan menerima kedatangan petugas agar proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data statistik yang akurat.
Deru mengatakan keberhasilan Sensus Ekonomi bergantung pada dukungan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.
"Ada tiga komponen yang harus bekerja luar biasa. Satu pemerintah daerah sampai pemerintah desa, kedua petugas sensus itu sendiri, ketiga masyarakatnya. Kita ingin membangun yang tepat sasaran berdasarkan data, tidak bisa membangun hanya karena selera dan feeling (perasaan) saja," ujarnya.
Sumber: Kompas.com