TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menelan anggaran sebesar Rp65,3 miliar.
Anggaran tersebyt bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat.
Besaran anggaran tersebut disampaikan Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV Papua Barat, Jacob Fonataba, dalam laporan resmi pada acara penutupan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Kanwil Kemenkum Papua Barat Dukung Pesparawi Nasional XIV Lewat Layanan KI
Jacob mengatakan, anggaran yang digunakan untuk menyukseskan ajang nasional tersebut, merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mendukung pelaksanaan Pesparawi yang diikuti kontingen dari seluruh Indonesia.
"Total keseluruhan anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV sebesar Rp65,3 miliar," ujar Jacob.
Ia menjelaskan, dana tersebut terdiri dari alokasi APBN melalui Kementerian Agama RI sebesar Rp29,3 miliar.
Sementara sisanya berasal dari hibah APBD Provinsi Papua Barat yang diberikan secara bertahap selama tiga tahun anggaran.
Menurut Jacob, hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Barat diberikan sebesar Rp5 miliar pada tahun 2024, Rp10 miliar pada tahun 2025, dan Rp26 miliar pada tahun 2026 sebagai tahun pelaksanaan kegiatan.
Meski menggunakan anggaran yang cukup besar, Jacob menilai pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari sebagai tuan rumah.
Berdasarkan hasil evaluasi panitia, ribuan peserta, ofisial, dewan juri, dan tamu yang hadir selama kegiatan berlangsung telah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor usaha.
"Sektor UMKM, industri kreatif, kuliner, transportasi hingga pariwisata merasakan manfaat langsung dari pelaksanaan Pesparawi. Terjadi perputaran ekonomi yang cukup besar selama kegiatan berlangsung," katanya.
Baca juga: Kontingen Sulsel Padukan Musik, Tarian dan Bahasa Toraja dalam Pujian di Pesparawi Nasional XIV
Ia mencontohkan meningkatnya permintaan terhadap pakaian bermotif Batik Papua, kerajinan tangan khas daerah, jasa katering, usaha toko kelontong, pedagang musiman, hingga jasa parkir.
Selain itu, sektor transportasi dan wisata rohani juga mengalami peningkatan pendapatan, terutama bagi pemilik kendaraan sewa dan operator perahu penyeberangan menuju Pulau Mansinam.
Jacob menambahkan, skala pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV memang cukup besar karena mempertandingkan 12 kategori lomba yang berlangsung di empat venue utama. Kegiatan ini melibatkan 682 peserta serta 346 ofisial, pendamping, dan dewan juri dari 38 provinsi di Indonesia.
Selain memberikan dampak ekonomi, ia menegaskan tujuan utama Pesparawi tetap sebagai wadah pelayanan, kesaksian iman, pengembangan seni budaya gerejawi, serta mempererat persaudaraan umat Kristen dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV menjadi bukti bahwa Papua Barat mampu menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang aman, tertib, dan sukses. (*)